Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Foto:Investor Daily/Primus Dorimulu

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Foto:Investor Daily/Primus Dorimulu

Dear Pelaku Usaha, Menteri Nadiem Ajak Bapak-Ibu Mengajar di Kampus, Mau?

Jumat, 3 Juni 2022 | 17:12 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim mengajak para pelaku usaha di sektor industri untuk berbagi pengalaman dengan menjadi pengajar di berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Pelajaran yang diberikan pelaku usaha di sektor industri diyakini akan menciptakan kolaborasi antara praktisi dan dosen serta menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih kolaboratif dan partisipatif.

Advertisement

“Kita ingin para praktisi yang hebat-hebat di dunia industri mau datang ke kampus dan membagikan pengetahuannya pada para mahasiswa dan dosen. Melalui kolaborasi antara praktisi dan dosen, kita juga ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih kolaboratif dan partisipatif,” kata Nadiem pada peluncuran Program Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh: Praktisi Mengajar, Jumat (3/6/2022).

Baca juga: Luncurkan Program Praktisi Mengajar, Nadiem Minta Partisipasi Perguruan Tinggi

Ia mengatakan, melalui Program Merdeka Belajar, para pelaku usaha yang merupakan ahli di dunia industri datang ke dalam kampus untuk membagikan pengalaman praktisnya kepada para mahasiswa.

Menurut Nadiem, kehadiran program Praktisi Mengajar juga akan menghadirkan pembaruan pada sistem pembelajaran di kelas, sehingga mahasiswa bisa belajar menggunakan metode studi kasus masalah terkini. Selain itu, ilmu dan teori yang diperoleh mahasiswa bisa diterapkan pada model pemecahan masalah sehingga mahasiswa juga dapat mengembangkan soft skills-nya dengan bekerja berkelompok.

“Saya mengajak semua perguruan tinggi dan seluruh praktisi yang kompeten di berbagai bidang industri untuk terlibat dalam program Praktisi Mengajar,” kata Nadiem.

Disebutkan, syarat dasar bagi praktisi dalam Praktisi Mengajar ini adalah minimum tiga tahun pengalaman bekerja atau usaha, masih bekerja atau usahanya masih berjalan, serta tidak teregistrasi sebagai dosen.

Baca juga: Nadiem Janji  Kemendikbudristek Selalu Berdiri di Belakang Guru

Sementara itu, syarat dasar untuk dosen pengampu adalah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) aktif dan minimal asisten ahli. “Syarat dasar untuk perguruan tinggi, harus di bawah naungan Kemendikbudristek, terakreditasi, bersedia menggunakan learning management system (LMS),” jelas dia.

Nadiem optimistis kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri ini akan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di tanah air. “Dengan kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan dunia industri, saya yakin kita bisa memimpin pemulihan dunia dan bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar,” ujar Nadiem.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN