Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Arya Fernandes, peneliti CSIS. Foto: sp.beritasatu.com

Arya Fernandes, peneliti CSIS. Foto: sp.beritasatu.com

CSIS: Ridwan Kamil, ErickThohir, dan Risma Paling Kompeten Pimpin DKI Jakarta 2024

Senin, 6 Juni 2022 | 14:00 WIB
Yustinus Paat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Hasil survei terbaru Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Sosial Tri Rismaharini merupakan tiga nama yang paling kompeten untuk memimpin Jakarta 2024. Ketiganya mendapatkan nilai rata-rata skor tertinggi dari sebelas variabel kompetensi untuk memimpin Jakarta mendatang yang diuji oleh para ahli.

Survei CSIS ini merupakan survei ahli dengan sampel kelompok ahli yang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam memprediksi dan menganalisis isu-isu politik, sosial dan ekonomi. Mereka antara lain peneliti, akademisi, professional, wartawan, pengusaha, DPR/DPRD, birokrat, dan mahasiswa. Jumlah sampel sebanyak 170 responden, di mana 110 responden berhasil diwawancara secara langsung dan 60 responden melalui virtual. Survei dilakukan pada 29 Maret hingga 12 April 2022.

Advertisement

“Secara umum dari sebelas variabel yang diuji, nilai rata-rata tertinggi (skala 1 sampai 10) diraih oleh Ridwan Kamil dengan skor 7,11. Disusul, Erick Thohir skor 6,99 dan Tri Rismaharini skor 6,78 serta tokoh-tokoh lainnya,” ujar Peneliti CSIS Arya Fernandes saat menyampaikan rilis survei ahli secara virtual bertajuk ‘Pemindahan Ibu Kota Negara: Prospek Kepemimpinan Jakarta dan Implikasi Sosial, Politik dan Ekonomi ke Depan’, Senin (6/6/2022).

Baca juga: CSIS: Stagnasi Ekonomi dan Kepuasan Publik, Alasan Tak Demokratis Penundaan Pemilu

Arya mengatakan, tiga tokoh tersebut diuji oleh para ahli bersama tujuh tokoh lainnya yang dinilai memenuhi kriteria untuk memimpin DKI Jakarta. Kesepuluh tokoh ini dipilih oleh para ahli karena memenuhi tiga modal utama, yakni pengalaman birokrasi dan kepemimpinan, popularitas serta dukungan partai politik yang berpeluang mengusung atau membentuk koalisi pencalonan.

“Dari 10 nama tersebut, ada kepala daerah, menteri, anggota DPR dan anggota parpol. Setelah diuji para ahli dengan 10 variabel penilaian, maka skot tertinggi adalah Ridwan Kamil (gubernur Jabar dan non parpol), disusul Erick Thohir (Menteri BUMN dan non parpol) dan Tri Rismaharini (Menteri Sosial dan PDIP),” ungkap Arya.

Baca juga: Diplomasi Sepeda Bambu ala Presiden Jokowi

Di urutan keempat terdapat nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (Gerindra) dengan skor 6,76, disusul Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (Demokrat) dengan skor 6,20, Walikota Semarang Hendar Prihadi (PDIP) skor 5,92, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka (PDIP) skor 5,87, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Gerindra) skor 5,57, Anggota DPR dari Fraksi Golkar Nusron Wahid (Bendum PBNU) skor 5,45 dan Anggota DPR dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni skor 5,06.

“Sebanyak 62,9% ahli berpendapat bahwa kompetensi kepala daerah dalam hal perencanaan dan eksekusi kebijakan merupakan hal penting untuk memimpin Jakarta ke depannya. Lalu disusul kecakapan memimpin sebanyak 18,8%, pengalaman memimpin 5,3%, ketegasan 4,7%, merakyat dan sederhana 3,5%, prestasi 0,6%, sisanya lain-lain dan tidak menjawab,” jelas Arya.

Sementara sebelas variabel yang diuji para ahli dari nama-nama calon pemimpin DKI Jakarta mendatang adalah perencanaan dan eksekusi kebijakan (60,6%), membuat kebijakan inovatif (skor 58,2%), mengelola anggaran yang tepat sasaran (skor 36,5%), menggerakkan birokrasi (35,9%), membuat perubahan (34,1%), memimpin di saat situasi krisis (30,0 %), berkolaborasi dengan dunia usaha (18,8%), memutuskan kebijakan dengan cepat (9,4%), berkolaborasi di tingkat global (9,4%), membuat kebijakan-kebijakan populis (4,1%) dan retorika dan persuasi publik (2,9%).

Baca juga: Nadiem: Guru Honorer Lolos Passing Grade 2021 Diprioritaskan Seleksi PPPK

“Jadi, lima kompetensi utama yang perlu dimiliki pemimpin Jakarta ke depannya adalah perencanaan dan eksekusi kebijakan, membuat kebijakan inovatif, mengelola anggaran yang tepat sasaran, menggerakkan birokrasi dan membuat perubahan,” jelas Arya.

Dari 11 variabel kompetensi tersebut, lanjut Arya, Ridwan Kamil kuat pada lima variabel, yakni kepemimpinan di saat krisis dengan skor 6,98, lalu membuat perubahan (skor 7,01), membuat kebijakan yang inovatif (skor 7,12), retorika dan persuasi publik (skor 7,55) serta membuat kebijakan populis (skor 7,24). Sementara Erick Thohir mendapat skor tertinggi pada 2 variabel, yakni berkolaborasi dengan dunia usaha dengan skor 7,79 dan berkolaborasi di tingkat global dengan skor 7,69.

“Tri Rismaharini mendapatkan skor tertinggi pada empat variabel, yakni memutuskan kebijakan dengan cepat skor 7,15, lalu menggerakkan birokrasi skor 7,04, mengelola anggaran yang tepat sasaran skor 7,13 serta perencanaan dan eksekusi kebijakan dengan skor 7,06,” pungkas Arya. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN