Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nadiem Makarim. (Foto: Antara)

Nadiem Makarim. (Foto: Antara)

Praktisi Mengajar Optimalkan Proses Pembelajaran di Kampus

Rabu, 8 Juni 2022 | 09:14 WIB
Maria Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, hadirnya praktisi yang mengajar di kampus melalui program Praktisi Mengajar, maka keterlibatan praktisi dalam perencanaan maupun proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal.

Menurutnya, dosen akan memperoleh pengetahuan terbaru tentang dunia industri dan mahasiswa bisa bertatap muka langsung dengan praktisi.

Advertisement

“Hari ini sangat membahagiakan bagi kita semua, karena saya yakin program Praktisi Mengajar yang diluncurkan sebagai Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh ini akan semakin menguatkan upaya kita mentransformasi sistem pendidikan tinggi,” ujar Nadiem dalam peluncuran secara daring, Jumat (3/6).

Dalam upaya mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan, Nadiem menuturkan Kemendikbudristek mendorong perguruan tinggi untuk mengacu pada delapan Indeks Kinerja Utama (IKU).

IKU adalah ukuran kinerja baru bagi perguruan tinggi untuk mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif dengan berbasis luaran lebih konkret.

“Melalui Program Praktisi Mengajar ini kita berharap iklim pembelajaran di kampus akan ikut ter-upgrade, sesuai dengan indikator kinerja perguruan tinggi yang kita targetkan,” ucap Nadiem.

Dikatakannya, secara khusus, program Praktisi Mengajar ini berfokus pada tercapainya IKU nomor 4 dan 7. Merujuk pada IKU nomor 4, yakni praktisi ikut terlibat dalam perencanaan mata kuliah maka nantinya dosen-dosen di Indonesia akan memperoleh pengetahuan terbaru tentang dunia industri. Selain itu, mahasiswa juga bisa berinteraksi langsung dengan para praktisi yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Sementara itu, mengacu pada IKU nomor 7, mahasiswa dapat belajar dengan metode studi kasus masalah riil. Mereka juga dapat menerapkan ilmu dan teori yang diperolehnya pada model pemecahan masalah sekaligus mengembangkan keterampilan nonteknis (soft skills) dalam suatu kelompok kerja sama.

“Pelibatan praktisi atau profesional yang mendorong pembahasan studi kasus dalam kelompok akan mempercepat pencapaian IKU, yang berarti mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan tinggi,” ucapnya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN