Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Jokowi saat meninjau Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Rabu 22 Juni 2022. (Foto: Primus Dorimulu)

Presiden Jokowi saat meninjau Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Rabu 22 Juni 2022. (Foto: Primus Dorimulu)

Persemaian Mentawir akan Produksi 15 Juta Bibit untuk Hijaukan IKN

Rabu, 22 Juni 2022 | 16:48 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id) ,Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

PENAJAM PASER UTARANursery atau tempat persemaian/pembibitan Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ditargetkan dapat memproduksi sebanyak 15 juta bibit pohon unggulan untuk menghijaukan kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika meninjau persemaian Mentawir bersama para pemimpin redaksi media massa nasional, Rabu (22/6/2022). Dalam kunjungan tersebut, Jokowi didampingi Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Presiden menjelaskan, dari total luas kawasan IKN 120 hektare (ha), seluas 32 ha di antaranya digunakan untuk lokasi persemaian atau pembibitan pohon. Saat ini, nursery tersebut baru bisa memproduksi sekitar 760 bibit saja. Namun, pada akhir tahun ini diperkirakan target produksi 15 juta bibit dapat tercapai. Saat ini, pembangunan fisik nursery baru mencapai 40%.

Baca juga: Jokowi dan Pemred Tinjau Lokasi Persemaian Mentawir 

“Ini baru 760 ribu, nantinya 15 juta. Karena ini baru disiapkan. Mungkin akhir tahun inilah selesai atau agak maju, saya minta maju. 15 juta setiap tahun, karena kita akan pakai setiap tahun. Kayak di rumpin juga memproduksi 11-12 juta bibit setiap tahun. Nanti bibitnya kita tanam,” kata Jokowi.

Jenis bibit pohon yang diproduksi dalam nursery Mentawir ini, menurut Jokowi, merupakan tananam endemic, seperti kapur, kamper, kayu putih, meranti merah, dan Bangkiray. Terdapat pula bibit pohon buah-buahan seperti durian dan jambu.

Jenis tanaman endemic, lanjut Jokowi, dipilih untuk pembibitan karena termasuk tanaman industri yang mampu memproduksi oksigen lebih banyak dan menyerap emisi atau karbon dalam jumlah banyak.

Selain itu, tanaman endemic yang berhasil diproduksi di nursery Mentawir akan ditanam di hutan Kalimantan. Selama ini, hutan tropis Kalimantan hanya ditanami pohon eucalyptus, padahal bisa ditanami dengan berbagai pohon-pohon jenis tropis.

Baca juga: Puan Dampingi Jokowi Tinjau IKN

Karena itu, diharapkan tanaman endemic ini bisa ditanam di hutan-hutan Kalimantan untuk mengembalikan hutan menjadi tropical rain forest.

“Hutan Kalimantan itu kan homogen, karena tanaman industri yang ditanam hanya eucalyptus. Makanya mau kita kembalikan ke tropical rain forest lagi. Jadi ada kapur, ada kamper, meranti, bangkiray, dan lainnya. Bisa memproduksi oksigen lebih besar lagi. Makanya di produksi terus menerus. Yang sekarang kan homogen, hanya eucalyptus saja. Nanti kita campur dengan tanaman endemic ini, sehingga bisa jadi tropical rain forest,” terang Jokowi.

Nantinya, sambung Jokowi, semua bibit yang dihasilkan di nursery Mentawir, tidak hanya akan ditanam di hutan-hutan tropis Kalimantan, tetapi juga akan memenuhi kawasan IKN. Sehingga cuaca panas yang saat ini dirasakan di IKN diharapkan dapat berubah menjadi sejuk dikarenakan kehadiran tanaman-tanaman yang mampu bertumbuh hingga umur 40-60 tahun. Namun, untuk penanaman pohon di kawasan IKN, baru akan dimulai sekitar dua bulan mendatang.

Baca juga: Airlangga: Pembangunan IKN Jadi Stimulus Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi

“Iya in kan tanaman untuk oksigen semua. Karena IKN selain smart city, juga net zero emission. Ini bisa bukan zero lagi, tetapi bisa minus, karena memproduksi (oksigen) banyak sehingga emisinya banyak terserap,” jelas Jokowi.

Rencananya, pemerintah akan membangun nursery di 30 lokasi. Setiap nursery akan bisa menghasilkan antara 15 juta hingga 20 juta bibit untuk ditanam di hutan-hutan atau lokasi penghijauan di seluruh Indonesia. Seperti di Rumpin, produksi bibit akan dikhususkan untuk wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Kita mau buat 30 lokasi seperti ini, dengan jumlahnya 15 juta hingga 20 juta, yang di rumpin 11-12 juta bibit, digunakan untuk Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kalau dulu-dulu kan kita menanam pohon 1 miliar, tapi yang hidup berapa? Kita nggak tahu dari nursery mana, kok ada 1 miliar pohon,” tutup Jokowi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com