Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mohammad Syahril, Juru Bicara Kementerian Kesehatan

Mohammad Syahril, Juru Bicara Kementerian Kesehatan

Kasus Covid-19 Naik, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada dan Disiplin Protokol Kesehatan

Jumat, 24 Juni 2022 | 05:20 WIB
Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan kenaikan kasus Covid-19 terjadi saat ini membutuhkan kewaspadaan lebih termasuk terhadap kedisiplinan protokol kesehatan (prokes).

“Kalau kita ada kelonggaran memakai masker di ruang terbuka, bukan berarti kita melepas masker begitu keluar rumah. Itu ada catatannya, kalimat jangan dipotong. Boleh tidak memakai masker dengan syarat tidak banyak orang dan tidak banyak kerumunan,” ucapnya pada acara Talkshow Optimalisasi 3T: ‘Upaya Bendung Gelombang Baru’ secara daring, Kamis (23/6/2022).

Baca juga: Hadapi Pandemi Covid-19, Presiden Jokowi Apresiasi Dukungan BPK

Syahril menuturkan situasi saat ini dengan peningkatan kasus Covid-19, maka diharapkan kepada semua orang harus hati-hati, yakni walaupun di luar ruangan untuk menjaga prokes. “Kalau ada orang banyak atau orang tidak begitu kita kenal atau kita ke suatu tempat yang memang ada banyak orang, maka masker harus tetap dilakukan,” ujarnya.

Dikatakannya, jangan sampai ada euforia pelonggaran memakai masker, sehingga semuanya tidak memakai masker. “Jadi bukan begitu, saat sekarang kita mengingatkan kedisiplinan termasuk perilaku hidup bersih (PHBS) dan yang lain,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Syahril, vaksinasi adalah upaya untuk membentengi masyarakat yang sudah divaksinasi agar tidak terjadi lebih parah sakitnya.

Baca juga: WHO Apresiasi Penanganan Covid-19 di Indonesia 

Situasi endemi, kata Syahril agar masyarakat terbiasa hidup berdampingan dengan Covid-19 termasuk varian Omicron atau subvarian lainnya.

“Boleh ada varian Omicron di sekitar kita, tetapi kita tidak sakit berat seperti kasus-kasus endemi yang lain yang ada di sekitar kita, seperti tuberkulosis, malaria dan demam berdarah. Penyakit ini ada di sekitar kita dan kita bisa mengendalikan itu. Bagaimana kita tidak tertular dan menjadi wabah,” pungkasnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN