Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga korban Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor, masih melakukan pembersihan sisa banjir bandang, Jumat (24/6/2022).

Warga korban Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor, masih melakukan pembersihan sisa banjir bandang, Jumat (24/6/2022).

Pamijahan Rawan Bencana, BPBD Bogor Sebut Penanaman Pohon Bisa Atasi Banjir  

Sabtu, 25 Juni 2022 | 13:35 WIB
Vento Saudale (redaksi@investor.id)

BOGOR. investor.id - Kawasan Kecamatan, Kabupaten Bogor yang berada di kaki Gunung Halimun Salak memang langganan bencana, mulai dari longsor dan banjir luapan sungai sejak 2002.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Aris Nurjatmiko menuturkan, secara kontur kawasan Pamijahan yang berada dilerangan gunung berpotensi terjadi bencana.

"Dilihat dari topografi atau kontur tanahnya, lokasi yang berada di atas pegunungan memang rawan akan bencana alam banjir dan tanah longsor, jadi untuk mencegahnya, harus memperbaiki daya serapan airnya dengan cara menanam pohon di area-area rawan," kata Aris, Sabtu, (25/6/2022).

Warga Kampung Cimanggu, Cibunian, Endang (40) menuturkan, peristwa banjir akibat luapan Sungai Cisarua Rabu petang, merupakan benjir kedua dalam 10 tahun terakhir.

"Sebetulnya, air sungai meluap sering terjadi pada musim penghujan. Hanya saja, air yang meluap tidak sampai masuk ke rumah, paling meleber sampai sisi sungai," kata Endang.

Banjir bandang seperti kemarin dan menyapu sebagian rumah penduduk, dikenang Endang pernah terjadi pada 2002. Rumah yang saat ini, ia tempati pun sebetulnya baru ditempati.

"Pada bencana 2002, saya tinggal di atas, lalu pindah ke sini. Ternyata, tahun ini banjirnya sampai sini," kata Endang.

Warga tetangga kampung, Ocang (52) juga mengatakan hal yang sama. Bencana minor, kerap terjadi di setiap pergantian musim. Ia pun mengakui, kedalaman Sungai Cisarua saat ini mengalami pendangkalan.

Semula, atau 10 tahun lalu kedalaman sungai lebih dari 6 meter dengan lebar lebih dari 5 meter, kini permukaan air bisa dilihat tidak begitu dalam, sekitar 3 atau 4 meter.

"Sebagian besar, pemukiman penduduk juga berada di tempat aliran sungai berbelok. Sehingga, ketika air meluap tidak tertahan dan menyapu rumah-rumah penduduk.

Ocang pun tidak mengetahui pasti apakah ada aktivitas di hulu sungai daerah lereng pegunungan yang jaraknya sekitar 10 kilometer, sehingga menyebabkan pendangkalan aliran sungai.

Ia pun mengaku, bila sebagian besar penduduk sekitar yang berada di bawah kawasan gunung banyak beraktivitas perkebunan dan perikanan.

"Di sini itu kampung penghasil  sayur Selada dan ikan air tawar. Sangat jarang orang kampung yang merambah ke hutan di atas," terang Ocang.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN