Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Ist)

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Ist)

Kasus Korupsi Garuda (GIAA) Rugikan Negara Rp 8,8 T, Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Baru

Senin, 27 Juni 2022 | 13:46 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kejaksaan Agung telah menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Emirsyah Satar dan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MAR) Soetikno Soedarjo sebagai tersangka baru dugaan korupsi Garuda. Kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus ini mencapai Rp 8,8 triliun.

“Kami juga menetapkan tersangka baru. Sejak Senin, 27 Juni 2022, kami menetapkan dua tersangka baru, yaitu ES selaku direktur utama Garuda yang kedua ada SS selaku direktur PT Mugi Rekso Abadi,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin saat konferensi pers, Senin (27/6/2022).

Advertisement

Baca juga: Rencana Perdamaian Disahkan, Begini Skema Pembayaran Utang Garuda (GIAA) ke Kreditur

Keduanya, lanjut Jaksa Agung, disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 Juncto Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP.

“Dan tidak dilakukan penahanan karena masing-masing sedang menjalani pidana atas kasus PT Garuda yang dijalani KPK,” imbuh Jaksa Agung.

Baca juga: Putusan Damai PKPU Disahkan, Bos Garuda (GIAA): Kami Janji Tidak akan Berhenti Terbang

Selain itu, Kejaksaan Agung mendapatkan penyerahan hasil audit pemeriksaan kerugian negara PT Garuda Indonesia senilai Rp 8,8 triliun

"Kejaksaan telah melakukan penyidikan tindak pidana korupsi PT Garuda, ini tindak lanjut yang lama. Hari ini kami mendapat penyerahan hasil audit pemeriksaan kerugian negara PT Garuda senilai, kalau di Indonesia-kan Rp 8,8 triliun, itu kerugian yang ditimbulkan oleh PT Garuda," terang Jaksa Agung.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN