Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat mengikuti acara Simposium Asosiasi Dokter Medis Sedunia (World Medical Association) tahun 2022, di Jakarta, Minggu (3/7/2022).

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat mengikuti acara Simposium Asosiasi Dokter Medis Sedunia (World Medical Association) tahun 2022, di Jakarta, Minggu (3/7/2022).

Menkes: Puncak BA.4 dan BA.5 Diperkirakan Pekan Kedua dan Ketiga Juli

Minggu, 3 Juli 2022 | 16:16 WIB
Maria Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id -  Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa puncak kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diprediksi terjadi pada minggu kedua dan minggu ketiga Juli 2022.

Budi menuturkan, perkiraan puncak kasus Covid-19 Indonesia didasarkan pola peningkatan kasus di negara-negara lain  yang sudah melewati puncak BA.4 dan BA.5, seperti Portugal, Australia, dan Afrika Selatan (Afsel).

Advertisement

Baca juga: Menkes Perkirakan Puncak  Covid-19 BA.4 dan BA.5 Bisa Mencapai 20 Ribu  Kasus Per Hari

“Kita amati berapa cepat puncak dicapai. Itu rata-rata antara 28 sampai 34 hari sejak ditemukan varian BA.4 dan BA.5 untuk mencapai puncak seperti yang terjadi di Portugal, Australia, dan Afrika Selatan. Jadi karena varian ini ditemukan di Indonesia sesudah Lebaran, maka puncaknya kemungkinan terjadi minggu kedua Juli atau minggu ketiga Juli,” kata Budi usai acara Simposium Asosiasi Dokter Medis Sedunia (World Medical Association) tahun 2022, di Jakarta, Minggu (3/7/2022).

Budi menambahkan, perkiraan puncak kasus per hari bisa berkisar 30-40% dari puncak Omicron sebelumnya. “Puncak Omicron Indonesia 58.000, maka puncak subvarian BA.4 dan BA.5 ini 30% dari puncak tersebut. Mungkin di bawah 20.000 puncak kasus per hari,” ucapnya.

Budi juga menyebutkan bahwa subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ini menular dengan sangat cepat. Selain itu, tetap dapat menginfeksi orang yang telah divaksinasi Covid-19.

Kendati demikian, Budi menegaskan, tingkat hospitalisasi dan tingkat kematian subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ini lebih rendah, dibandingkan dengan varian sebelumnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN