Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberi keterangan pers terkait evaluasi PPKM, 4 Juli 2022.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberi keterangan pers terkait evaluasi PPKM, 4 Juli 2022.

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 1 Agustus

Senin, 4 Juli 2022 | 12:24 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Airlangga Hartarto menegaskan pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir. Karena itu, pemerintah memutuskan tetap memperpanjang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di luar Jawa dan Bali mulai dari 5 Juli hingga 1 Agustus 2022.

“Yang pertama dapat disampaikan dalam rapat terbatas tadi, terkait dengan penanganan Covid-19 bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir,” kata Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers seusai menghadiri rapat terbatas terkait evaluasi PPKM di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/7/2022).

Karena itu, lanjut Airlangga, khusus penerapan PPKM di Luar Jawa-Bali, pemerintah secara resmi akan memperpanjang dari 5 Juli hingga 1 Agustus 2022. “PPKM Luar Jawa-Bali akan diperpanjang dari 5 Juli sampai 1 Agustus,” ujar dia.

Dari perpanjangan PPKM, Airlangga mengungkapkan tidak ada daerah yang masuk level 4 maupun 3. Sebagian besar daerah di luar Jawa-Bali berada di status level 1 dan hanya satu kota yang berada di level 2.

“Yang terdiri dari 385 kabupaten/kota itu di level 1 dan hanya satu di level 2 di Sorong, Papua Barat,” terang Airlangga Hartarto.

Lebih lanjut Airlangga memaparkan kasus Covid-19 di beberapa negara yang masih mengalami peningkatan dalam waktu rata-rata pergerakan 7 hari (7 days moving average). Seperti Amerika Serikat masih berada di angka 116.304 kasus, Australia masih 32.116 kasus, India di angka 16.065 kasus, Singapura 8.266 kasus, Malaysia 2.384 kasus, dan Thailand 2.278.

“Indonesia 1.939. Ini secara moving average. Secara kasus harian per 3 Juli Indonesia ada 1.614 kasus, dan kita lihat bahwa kasus tersebut tentunya masih di bawah positivity rate WHO di 5%,” jelas Airlangga Hartarto.

Sementara bila dilihat reproduksi efektif (Rt) di luar Jawa-Bali, Airlangga mengatakan Sumatera masih 1,08; kemudian Nusa Tenggara, Kalimantan dan Sulawesi berada di angka 1,11 serta Maluku dan Papua berada di angka 0,99.

“Kalau dari segi kasus secara nasional 1.914, Jawa-Bali masih mewakili mayoritas atau 95% yaitu 1.579 kasus, sedangkan luar Jawa-Bali 35 kasus atau 4,07%. Kalau kita lihat dari kasus harian tertinggi di luar Jawa Bali ada Kalimantan Selatan dan Sumatra Utara masing-masing 77 dan 67 kasus,” papar Airlangga Hartarto.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com