Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kombes Pol Yusri Yunus. Sumber: BSTV

Kombes Pol Yusri Yunus. Sumber: BSTV

3 Hari Operasi Ketupat Jaya, Polisi Putar Balik 4.312 Sepeda Motor

Minggu, 9 Mei 2021 | 19:23 WIB
Bayu Marhaenjati

JAKARTA, investor.id  - Ditlantas Polda Metro Jaya, telah menindak 4.312 pengendara sepeda motor dan 2.877 mobil pribadi yang terindikasi hendak pulang kampung, di 42 titik penyekatan dan cek poin, terkait kebijakan larangan mudik dalam Operasi Ketupat Jaya, sejak tanggal 6 hingga 8 Mei 2021. Seluruh kendaraan diminta putar balik.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, kendaraan yang diperiksa di 21 titik penyekatan sebanyak 17.615, sedangkan di 21 titik cek poin berjumlah 1.086.

"Sepeda motor yang ditindak putar balik sebanyak 4.101 di 21 titik penyekatan. Kemudian, 211 di 21 titik cek poin. Totalnya 4.312 sepeda motor," ujar Yusri, Minggu (9/5/2021).

Dikatakan Yusri, mobil pribadi yang diputar balik di titik penyekatan sebanyak 2.756 kendaraan. Sementara, di titik cek poin berjumlah 121 kendaraan. Total mobil pribadi yang ditindak 2.877.

"Kendaraan penumpang di titik penyekatan sebanyak 545, sementara di titik cek poin 47, jumlahnya 592," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, ada 92 kendaraan barang yang diminta putar balik di titik penyekatan. Kemudian, tiga kendaraan barang di titik cek poin. "Jumlahnya 95 kendaraan barang," katanya.

Diketahui, beragam cara digunakan warga untuk pulang kampung kendati pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik.

Salah satunya, menumpang mobil ambulans untuk mengelabui petugas, seperti yang terjadi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (7/5/2021). Polisi menindak dan memutar balik kendaraan ambulans yang diduga mengangkut enam orang pemudik itu. Ketika ditanya petugas, mereka mengaku akan menjenguk keluarga yang sakit dan meninggal dunia.

"Pada saat ditanya persyaratannya, termasuk swab antigen ini tidak bisa dia tunjukkan. Setelah dicek ternyata ambulans ini dijadikan modus operandi untuk mudik padahal persyaratannya tidak sesuai dengan aturan," ucap Yusri.

Selain ambulans, ada juga yang menggunakam modus menumpang di bak truk pengangkut sayur atau truk barang lainnya.

"Modusnya macam-macam. Ada yang menaikan mobil ke atas mobil derek, ada truk diubah tapi isinya manusia. Makanya saya katakan, kita sudah belajar dari pengalaman tahun sebelumnya. Kita  evaluasi mana jalur tikus bocor itu kita tutupi, mana tempat dan modus operandinya ini sudah kita ketahui," tandasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN