Menu
Sign in
@ Contact
Search
Suasana tim monitoring kampanye Pemilu 21N di kantor Dewan Pemilihan Nasional (CNE) Venezuela. Foto: IST

Suasana tim monitoring kampanye Pemilu 21N di kantor Dewan Pemilihan Nasional (CNE) Venezuela. Foto: IST

Kampanye Pemilu di Kampus, Begini Penjelasan KPU

Minggu, 24 Jul 2022 | 14:04 WIB
Yustinus Paat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Ketua KPU Hasyim Asy'ari memberikan penjelasan lengkap soal kampanye pemilu di kampus atau lingkungan pendidikan. Kampanye di kampus tidak dilarang oleh Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu), meskipun dengan sejumlah catatan yang harus ditaati. "Kampanye di kampus itu boleh dengan catatan," kata Hasyim di Jakarta, Sabtu (23/7/2022).

Dalam Pasal 280 ayat (1) huruf h UU Pemilu disebutkan bahwa pelaksana, peserta dan tim kampanye pemilu dilarang mengunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan untuk kampanye. Menurut Hasyim, yang dilarang oleh pasal tersebut adalah penggunaan fasilitas pemerintahan, tempat ibadah dan pendidikan.

Baca juga: Dukung Kampanye di Kampus, Nasdem: Mahasiswa Harus Melek Politik

"Mari kita perhatikan bersama-sama (bunyi Pasal 280 ayat (1) huruf h UU Pemilu). Pelaksana, peserta dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan. Yang dilarang itu apa? menggunakan fasilitas, bukan kampanyenya," jelas Hasyim.

Advertisement

Apalagi, kata Hasyim, dalam penjelasan Pasal 280 ayat (1) huruf h UU Pemilu membolehkan fasilitas Pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan untuk kampanye pemilu dengan catatan peserta kampanye pemilu hadir tanpa atribut kampanye dan berdasarkan undangan dari penanggung jawab fasilitas pemerintah, tempat pendidikan dan tempat ibadah.

"Jadi kampanye di kampus itu boleh, dengan catatan apa, yang mengundang misalkan rektor, pimpinan lembaga, boleh. Tetapi juga harus memperlakukan yang sama, kalau capres ada dua, ya dua-duanya diberikan kesempatan. Kalau capres-nya ada tiga, ya diberi kesempatan yang sama. Kalau partainya ada 16, ya ke-16 partai itu diberikan kesempatan yang sama," ungkap Hasyim.

Dengan demikian, kata Hasyim, penyelenggaraan kampanye di kampus harus berdasarkan undangan dari pihak kampus dengan perlakukan yang sama bagi semua peserta pemilu untuk menyampaikan visi, misi, program dan jati dirinya. Jika ada peserta pemilu tidak hadir atau diwakilkan oleh timnya, kata Hasyim, tidak menjadi masalah, yang penting pihak kampus telah memberikan dan menyediakan waktu dan ruang yang sama.

"Juga durasi dan frekuensinya, frekuensinya sekali datang, durasinya dua jam, maka ya sama dua jam. Mau dikurangi satu jam boleh, tetapi kalau lebih dari dua jam, itu yang nggak boleh," tegas Hasyim.

Baca juga: Kampanye di Kampus, Bawaslu Ingatkan Sanksi Pidana 2 Tahun

Lebih lanjut, Hasyim mengatakan kampanye di kampus juga penting, karena mahasiswa dan para dosen adalah pemilih. Mereka juga perlu mengetahui visi, misi dan program dari peserta pemilu secara umum dan khususnya dalam pengembangan dunia pendidikan ke depannya.

"Apalagi dunia akademik dunia kampus bagian dari masyarakat kritis di Indonesia, juga harus diajak bicara, juga men-challange, mengajukan pertanyaan," terang Hasyim.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com