Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petugas menunjukkan surat kertas suara dalam simulasi pelaksanaan pemungutan suara di kantor KPU Pusat, Jakarta, Selasa (22/3/2022). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Petugas menunjukkan surat kertas suara dalam simulasi pelaksanaan pemungutan suara di kantor KPU Pusat, Jakarta, Selasa (22/3/2022). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

KPU Respons Mahfud Soal Anggaran Pemilu 2024: Pemerintah Belum Optimal

Rabu, 3 Agustus 2022 | 09:58 WIB
Yustinus Paat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) merespons pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD soal anggaran Pemilu Serentak 2024, khususnya pelaksanaan tahapan Tahun 2024. KPU menilai pemerintah belum optimal dalam mengalokasikan anggaran tersebut karena masih jauh dari kebutuhan anggaran yang diajukan KPU.

"Kami memohon dukungan pemerintah agar lebih dioptimalkan (soal anggaran Pemilu 2024), toh semua sudah melalui persetujuan DPR, kemudian di Banggar dan berikutnya di pemerintah," ujar Anggota KPU Yulianto Sudrajat kepada wartawan, Rabu (3/8/2022).

Baca juga: Pemilu Serentak 2024, KPU Kekurangan Anggaran Rp 4,36 Triliun

Yulianto mengatakan, KPU sudah mengusulkan anggaran untuk pelaksanaan tahapan pemilu serentak tahun 2022 sebesar Rp 8,06 triliun. Dalam DIPA KPU Tahun 2022, telah teralokasi sebesar Rp 2,45 triliun. Lalu, KPU menyampaikan kekurangan anggaran sebesar Rp 5,6 triliun kepada DPR dan pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan.

Dari hasil pembahasan dengan Kementerian Keuangan, kata Yulianto, disetujui tambahan anggaran sebesar Rp 1,24 triliun, sehingga total anggaran yang sudah teralokasi sebesar Rp 3,69 triliun atau 45,87% dari kebutuhan yang diajukan KPU.

"Saat ini beberapa provinsi dan kabupaten kota sangat membutuhkan perbaikan untuk dukungan sarana prasarana di dalam penyelenggaraan pemilu di 2024 ini, nah untuk sementara belum disetujui, hanya disetujui 17,4 persen, termasuk di dalamnya adalah dukungan untuk teknologi informasi itu juga bagian juga tidak seluruhnya disetujui," ungkap Yulianto.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah akan mengawal pemilu dengan sebaik-baiknya, termasuk anggaran Pemilu Serentak 2024. Menurut Mahfud, semua yang diperlukan dalam Pemilu 2024, termasuk instrumen hukum, anggaran, kelembagaan, dan penjadwalan sudah dibicarakan dengan KPU, DPR, dan Bawaslu.

Hal ini ditegaskan Mahfud, saat memberikan sambutan pada acara peluncuran Kanal Pemilu di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta, Senin (1/8/2022) malam.

"Supaya tidak ada salah paham, misalnya ada berita hari hari ini, bahwa Pemilu agak tersendat karena pemerintah dananya lambat cair, itu tidak juga. Karena sudah dibicarakan dengan KPU dan semua stakeholders. Dana yang diperlukan disediakan sepenuhnya oleh pemerintah," ujar Mahfud.

Saat ini, kata Mahfud, dana pemilu yang disetujui bersama sebesar Rp1,24 triliun. Karena multiyears, menurut dia, pencairan anggaran tersebut akan bertahap, mulai tahun 2022, 2023 hingga 2024 mendatang.

Baca juga: Rawan Digugat, KPU Diminta Hati-hati Jalankan Tahapan Pemilu

"Cuma kalau sekarang belum cair, itu gampang, KPU tinggal membuat DIPA saja. Kalau DIPAnya sudah jadi kan gampang. Kalau belum ada, DIPA belum bisa, karena itu melanggar keuangan negara. Oleh sebab itu pemerintah menjamin hal ini. Tahun berikutnya anggaran disediakan, berikutnya lagi disediakan," jelas Mahfud.

Mahfud menjelaskan, usulan dari KPU sudah disetujui, seperti kenaikan biaya terhadap panitia, meski tidak 100 persen. Mengenai kegiatan operasional seperti pembangunan gedung-gedung di daerah belum disetujui.

Kepada KPU, Mahfud yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini berpesan, agar KPU bersungguh-sungguh bekerja dengan penuh profesionalitas.

"Saudara, kepada KPU saya ingin menyampaikan pesan, anda harus sungguh sungguh bekerja, menyelenggarakan Pemilu ini dengan sebaik baiknya, dengan penuh profesionalitas, karena apapun yang anda lakukan, itu pasti ada yang menggugat. Tidak ada Pemilu yang tidak ada gugatan. Sejak dulu terjadi seperti itu," imbuh Mahfud.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com