Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
I Gede Pasek Suardika

I Gede Pasek Suardika

Mengenal PKN, Partai Baru yang Optimistis Masuk Parlemen 2024

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 18:49 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) merupakan partai politik baru yang muncul dalam konstelasi politik untuk Pemilu 2024. Partai besutan mantan mantan Sekretaris Jenderal Partai Hanura I Gede Pasek Suardika telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta Pemilu 2024 ke KPU RI pada Selasa (2/8/2022).

Meski merupakan partai baru, I Gede Pasek Suardika optimistis partainya mampu menembus parliamentary threshold atau ambang batas parlemen 4%. "Kami tadi katakan lolos parlemen nasional, jadi kalau targetnya lolos parlemen nasional artinya PT pasti terlewati," kata I Gede Pasek Suardika, Sabtu (6/8/2022).

Advertisement

Pasek menegaskan ada 3 tahapan yang ingin dilalui oleh partainya. Tahap pertama, lolos dari Kementerian Hukum dan HAM, tahap kedua lolos dari KPU RI dan tahap ketiga, PKN lolos di parlemen nasional dan daerah.

Lalu seperti apa dan bagaimana PKN yang memberanikan diri bersaing dengan partai-partai politik besar dalam Pemilu 2024?

Baca juga: Mahfud MD: Pemerintah Pastikan Anggaran Pemilu 2024 Aman

Menilik dari website resmi PKN, kantor Pimpinan Nasional PKN terletak di Jalan Ki Mangunsarkoro Nomor 16A, Menteng, Jakarta Pusat. Berdirinya PKN termasuk sangat baru, yakni pada 28 Oktober 2021, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Dulunya partai ini bernama Partai Karya Perjuangan yang terdaftar pada 2008 berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: M.HH-23.AH.11.01 Tahun 2008 tertanggal 3 April 2008. Partai itu kemudian dideklarasikan ulang dengan nama baru Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) di Jakarta pada 28 Oktober 2021.

Perubahan nama baru menjadi Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) ditetapkan  di Jakarta dalam Musyawarah Nasional Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) yang diselenggarakan pada tanggal Kamis 28 Oktober 2021, sekaligus juga menetapkan pembaharuan Bendera/Lambang dan penyesuaian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD dan ART).

I Gede Pasek Suardika memimpin partai yang kadernya mayoritas diikuti para loyalis eks Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Loyalis Anas yang menjadi bagian PKN antara lain mantan anggota DPR dari Fraksi Demokrat Mirwan Amir, eks pengurus Demokrat Ian Zulfikar, aktivis HMI Asral Hardi, wartawan dan fotografer Bobby Triadi, serta Sri Mulyono yang kini menjabat sekretaris jenderal PKN

Pasek sendiri pernah menjadi anggota Partai Demokrat mulai dari 2008-2014. Pasek juga pernah menjadi anggota DPR Fraksi Partai Demokrat periode 2009-2014. Lalu, Pasek bergabung dengan Partai Hanura pada 2016 hingga 2021, dan pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019.

Visi PKN adalah terwujudnya bangsa Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan Makmur dengan berwawasan nusantara.

Sedangkan Misi PKN adalah, pertama, mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa melalui penyelenggaraan negara yang demokratis, transparan dan akuntabel dengan senantiasa berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

Kedua, melahirkan pemimpin yang bertakwa, jujur, berani, tegas, aspiratif dan berkemampuan dalam menjalankan tugas serta berwawasan nusantara.

Ketiga, menegakkan hak dan kewajiban asasi manusia dan supremasi hukum yang sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 untuk mewujudkan keadilan dan kepastian hukum guna melindungi kehidupan rakyat, bangsa dan negara.

Keempat, membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, terampil dan berwawasan nasional serta berintegritas.

Kelima, memberikan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya kepada kaum perempuan, generasi muda dan disabilitas pada posisi taktis strategis untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Keenam, menumbuhkembangkan nilai-nilai positif kenusantaraan sebagai bagian untuk memperkokoh jati diri dan kepercayaan diri bangsa.

Ketujuh, membangun sistem perekonomian nasional yang berkeadilan, berwawasan lingkungan dan berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam secara tepat guna dan berdaya guna serta membuka kesempatan berusaha dan lapangan kerja yang seluas-luasnya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat.

Kedelapan, mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme secara total dalam rangka mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri dan bermartabat.

Kesembilan, mengembangkan Otonomi Daerah untuk lebih memacu percepatan dan pemerataan pembangunan di seluruh Tanah Air guna memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adaoun susunan Pengurus Pimpinan Nasional PKN, sebagai berikut:

Ketua Umum: I Gede Pasek Suardika
Wakil Ketua Umum: Gerry H Hukubun
Bendahara Umum: Mirwan Amir
Sekretaris Jenderal: Sri Mulyono
Ketua Bidang Hukum dan HAM: Rio Ramabaskara
Anggota Dewan Kehormatan: Andi Samsul Bakri
Direktur Eksekutif: I Made Sudana Yasa
Notaris: Muhammad Zainal

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN