Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Politeknik Transportasi Darat Indonesia Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI STTD) berupaya meningkatkan kualitas SDM di bidang perhubungan transportasi darat dengan membuka program studi pascasarjana yang pertama. (Foto: Ist)

Politeknik Transportasi Darat Indonesia Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI STTD) berupaya meningkatkan kualitas SDM di bidang perhubungan transportasi darat dengan membuka program studi pascasarjana yang pertama. (Foto: Ist)

PTDI STTD Buka Program Pasca-Sarjana

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 19:51 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Politeknik Transportasi Darat Indonesia Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI STTD) berupaya meningkatkan kualitas SDM di bidang perhubungan transportasi darat dengan membuka program studi pascasarjana yang pertama.

Baca juga: Ketat, Persaingan Jelang Final Mandiri Indonesia Open 2022

Advertisement

PTDI STTD yang merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui jalur akademik dengan memberikan pengetahuan komprehensif di bidang transportasi darat melalui dua program magister yang ditawarkan kepada calon mahasiswa.

Direktur Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD, Ahmad Yani, mengatakan dua program studi yang ditawarkan itu yakni Pemasaran, Inovasi, dan Teknologi serta Teknik Keselamatan dan Resiko.

"Beberapa mata kuliah pada Program Studi Pemasaran, Inovasi dan Teknologi di antaranya Komunikasi Pemasaran, Riset Pemasaran, Inovasi Teknologi, serta Pemasaran Digital dengan jenjang berkarir sebagai brand account manager, direct marketing executive, digital marketing executive ataupun marketing specialist khususnya di industri transportasi darat," kata Ahmad Yani dalam keterangannya, Sabtu (6/8/2022).

Ia menambahkan untuk program studi Teknik Keselamatan dan Risiko akan mendapat pemahaman tentang pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menilai keselamatan, risiko, dan keandalan, baik dalam kaitannya dengan desain maupun operasi keselamatan untuk industri transportasi darat dan logistik.

“Masing-masing program studi akan diampu oleh dosen yang berkompeten dengan spesialisasi khusus di bidang transportasi dan bergelar doktor atau profesor serta pakar, tenaga ahli dari kementerian, luniversitas, embaga terkait baik dari dalam maupun luar negeri,” kata Ahmad Yani.

Ahmad Yani menyebut, dua program studi tersebut ditujukan khususnya bagi calon peserta di lingkungan Kemenhub yang telah berijazah diploma IV atau S1 untuk melanjutkan pendidikan Pasca-Sarjana Magister Terapan dan juga terbuka untuk calon mahasiswa umum yang ingin melanjukan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Pada angkatan pertama pada dua program pasca sarjana ini, hanya terdapat 48 bangku bagi calon magister yang dapat mengikuti pendidikan, dimana pada tanggal 15 Agustus 2022 ini merupakan hari terakhir pendaftaran yang hanya bisa dilakukan melalui website resmi kami," kata Ahmad Yani.

Estimasi waktu untuk menyelesaikan studi, diungkapkan Ahmad Yani, selama 2 tahun dengan jumlah mata kuliah yang harus diambil sebanyak masing-masing 44 SKS.

Ahmad Yani menambahkan Untuk metode pembelajaran PTDI STTD mengusung metode blended learning atau pembelajaran campuran.

“Kami berusaha menggabungkan berbagai keunggulan dari pengajaran tatap muka langsung dengan pengajaran online sehingga dapat memperluas jangkauan pembelajaran dan pelatihan yang akhirnya dapat berdampak pada hasil belajar yang optimal,” ujarnya.

Baca juga: Erick Thohir Terima Pengunduran Diri TGB dari Wakomut BSI

Ahmad Yani menuturkan, PTDI STTD juga telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk penyelenggaraan penelitian, pendidikan, dan pelatihan.

“Kerja sama dengan kementerian/lembaga, Pemda, BUMN, BUMD, mitra industri swasta, perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri,” tuturnya.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN