Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo (Foto: Beritasatu.com/Stefani Wijaya)

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo (Foto: Beritasatu.com/Stefani Wijaya)

Polri: Tidak Ada Penangkapan dan Penahanan Ferdy Sambo

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 23:47 WIB
Stefani Wijaya (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Dedi Prasetyo menegaskan, saat ini mantan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinasnya pada 8 Juli 2022. Oleh karenanya, dia menepis informasi yang menyebutkan telah terjadi penangkapan dan penahanan terhadap Ferdy Sambo.

Keputusan tersebut dilakukan oleh Inspektorat Khusus (Irsus). “Tidak benar ada penangkapan dan penahanan,” kata Dedi Prasetyo, Sabtu (6/8/2022).

Advertisement

Baca juga: Irjen Ferdy Sambo Dikabarkan Ditangkap, Polri: Tunggu Timsus

Ferdy Sambo diduga telah melakukan pelanggaran karena tidak profesional dalam kasus kematian Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

"Irsus menetapkan bahwa Irjen Pol FS diduga melakukan pelanggaran terkait ketidakprofesionalan olah TKP oleh karenanya pada malam ini yang bersangkutan ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob Polri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

Sebelumnya, Polri tengah memeriksa 25 personel kepolisian karena diduga tidak profesional dalam mengusut kasus Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Dari 25 personel itu, empat di antaranya ditahan di tempat khusus.

Baca juga: Kompolnas: Pasal 55 dan 56 KUHP Pintu Masuk Ungkap Tersangka Selain Bharada E

"Ada empat orang yang kita tempatkan di tempat khusus," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (4/8/2022).

Dikatakan Sigit, empat personel yang diduga tidak profesional tersebut ditempatkan dalam tempat khusus selama 30 hari.

Sedangkan, 21 personel lainnya akan diproses berdasarkan dengan keputusan Tim Khusus bentukan Kapolri Sigit. Nantinya, akan menentukan perbuatan mereka mengandung unsur pidana atau melanggar kode etik.

"Sisanya kita akan proses sesuai dengan keputusan dari timsus apakah masuk pidana atau masuk etik," ucapnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN