Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menko Polhukam Mahfud MD. Sumber: BSTV:

Menko Polhukam Mahfud MD. Sumber: BSTV:

Mahfud MD Sebut Bharada E Bisa Bebas Jika Diperintah Tembak Brigadir J

Rabu, 10 Agustus 2022 | 08:45 WIB
Yustinus Paat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Menko Polhukam Mahfud MD menyebutkan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E bisa saja bebas dari tuntutan pidana, jika dia terbukti diperintahkan melakukan penembakan terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J pada 8 Juli 2022 lalu.

Oleh karena itu, Mahfud MD berharap, Bharada memberikan kesaksian di pengadilan nanti apa adanya. "Mungkin saja kalau dia (Bharada E) diperintah, bisa saja bebas," kata Mahfud MD saat konferensi di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (9/8/2022) malam.

Baca juga: Ferdy Sambo Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Namun, kata Mahfud MD, yang jelas terduga pelaku utama dari kasus pembunuhan Brigadir J pasti dijerat oleh sanksi pidana. Dia tidak menyebutkan secara gamblang pelaku yang dimaksud. "Pelaku dan instrukturnya dalam kasus ini rasanya tidak bisa bebas," tegas Mahfud MD.

Sebelumnya, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkap bahwa Bharada E diperintahkan oleh mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri, di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Tim khusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J (Joshua) yang menyebabkan saudara J meninggal dunia yang dilakukan oleh saudara E (Bharada) atas perintah saudara FS (Ferdy Sambo, Red)," kata Listyo Sigit, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa malam.

Dalam peristiwa ini, timsus telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Irjen Pol Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, dan KM. Keempat disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Peristiwa tewasnya Brigjen J terjadi pada Jumat (8/7) lalu, di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo saat itu. Awalnya, Brigadir J dilaporkan tewas akibat baku tembak antara anggota melibatkan Bhayangkara Dua Polri Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E.

Namun hasil penyidikan timsus, skenario tembak-menembak itu tidak terbukti, yang ada adalah Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo, dengan senjata Brigadir RR, sementara senjata Brigadir J digunakan oleh Ferdy Sambo untuk menembak dinding rumah tempat kejadian perkara (TKP). "Saya ulangi tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak seperti yang dilaporkan di awal," kata Sigit.

Baca juga: Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Sejumlah kejanggalan yang dilaporkan oleh pihak keluarga terkait kondisi luka di tubuh Brigadir J membuat kecurigaan publik, ditambah adanya larangan untuk membuka peti mayat, serta melakukan ritual adat, termasuk juga tidak adanya upacara pemakaman kedinasan.

Pihak keluarga Brigadir J melaporkan ke Bareskrim Polri, Senin (18/7) terkait dugaan pembunuhan berencana, dengan pasal sangkaan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 338 juncto Pasal 351 ayat (3) juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com