Menu
Sign in
@ Contact
Search
Anggota Komisi IV DPR Muhammad Syafrudin. (Foto: Dok. Kementan)

Anggota Komisi IV DPR Muhammad Syafrudin. (Foto: Dok. Kementan)

Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:05 WIB

JAKARTA, investor.id - Anggota Komisi IV DPR Muhammad Syafrudin merespons positif upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan perluasan substitusi pangan lokal sorgum. Menurutnya, perluasan tersebut merupakan langkah tepat mengingat sorgum adalah kebutuhan pokok yang bisa menjadi pengganti gandum.

"Saat ini pembicaraan gandum sedang hangat di kalangan masyarakat. Itu semua karena dampak perang Rusia yang belum juga usai. Nah di sisi lain, pemerintah sangat tepat melakukan penanaman. Saya kira ini perlu kita apresiasi," ujar Syafrudin, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (13/8).

Syafrudin mengatakan, sorgum, sagu dan juga singkong bisa dijadikan sebagai bahan tepung-tepungan. Dari sisi kualitas gizi dan kandungan kesehatan tubuh, sorgum lebih unggul karena disebut tanpa mengandug zat aloksan yang bisa menyebabkan diabetes.

"Nah, yang saya dengar sorgum, singkong dan juga sagu memiliki kandungan kesehatan yang lebih besar. Dan kalau ini benar maka sudah saatnya Indonesia mulai mengembangkanya. Tentu Komisi IV akan terus mendukungnya," katanya.

Di sisi lain, kata Syafrudin, tingkat konsumsi gandum juga terbilang tinggi terutama yang berkaitan dengan produk olahan. Karena itu, substitusi pangan lokal bisa menjadi alternatif yang baik untuk kesehatan.

"Sudah saatnya kita berpikir cemerlang dengan memanfaatkan sorgum sebagai bahan pangan alternatif yang baik untuk kesehatan," katanya.

Sebelumnya, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Tauhid mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementan untuk memperkuat substitusi pangan lokal sebagai pilar kekuatan bangsa Indonesia.

"Saya mendukung kebijakan tersebut (diversifikasi pangan lokal) karena sangat bagus untuk memperkuat ketahanan pangan kita. Tapi menurut saya kalau dijadikan pengganti dalam skala besar (industri) perlu ada sosialisasi yang masif dari pemerintah," ujarnya.

Menurut Tauhid, diversifikasi pangan seperti sorgum dan sagu sangat bagus untuk mengurangi ketergantungan pangan utama seperti beras. Namun, itu semua perlu kajian yang komprehensif, harus menghitung berapa besar pangsa pasar dan kebutuhannya.

"Kalau sekedar bisa karena bagian dari tepung tepungan, misal gandum saya yakin bisa. Cuma testing pasarnya harus dilihat kembali berapa persen substitusinya. Kenapa? Karena market-nya kita belum tahu dan tren penggunaanya untuk apa saja," jelasnya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com