Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Perencanaan Pembangunn Nasional Suharso Monoarfa dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2022 pada Kamis, 21 April 2022.(Foto: Humas Kementerian PPN/Bappenas)

Menteri Perencanaan Pembangunn Nasional Suharso Monoarfa dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2022 pada Kamis, 21 April 2022.(Foto: Humas Kementerian PPN/Bappenas)

Jokowi Panggil Suharso Monoarfa ke Istana, Ada Apa?

Senin, 12 September 2022 | 12:28 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/9/2022). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membicarakan banyak hal, termasuk kisruh PPP dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca juga: Bahlil: Banyak Investor Berminat Masuk IKN

Hal itu dibenarkan Suharso kepada media seusai bertemu dengan Presiden Jokowi, bahwa dibahas kisruh internal PPP dan IKN.

“Soal banyak hal. Saya tadi banyak bicara soal itu (kisruh internal PPP) dan soal IKN, ya,” kata Suharso Monoarfa.

Kendati tidak menjelaskan secara mendetail pembahasan kisruh internal PPP bersama dengan Jokowi, tetapi tampaknya Presiden Jokowi meminta Suharso untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan baik-baik. Suharso pun berjanji akan menuruti arahan Jokowi tersebut. “Ya nantilah, kita selesaikan baik-baik,” ujar Suharso Monoarfa.

Baca juga: Suharso Monoarfa Tolak Hasil Mukernas PPP 

Terkait pergantian Ketua Umum PPP menjadi Mardiono sebagai Plt Ketua Umum, lagi-lagi Suharso menegaskan akan menyelesaikan kepengurusannya dengan cara baik. “Nanti saja, saya selesaikan baik-baik,” tegas Suharso Monoarfa.

Seperti diketahui, Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) telah mengesahkan perubahan struktural DPP PPP yang memasukkan Mardiono sebagai Plt Ketua Umum. Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Menkumham bernomor M.HH-26.AH.11.02 Tahun 2022 tentang Pengesahan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan Masa Bakti 2020-2025.

Menkumham Yasonna Laoly mengungkapkan, permohonan perubahan ketua umum oleh kubu Mardiono sudah sesuai dengan Pasal 23 UU Nomor 2 Tahun 2008 Tahun 2011 tentang Partai Politik dan ketentuan pasal 21-26 Peraturan Menkumham Nomor 34 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pendaftaran Pendirian Badan Hukum, Perubahan AD dan ART serta Perubahan Kepengurusan Partai Politik.

Baca juga: Mardiono Ditunjuk Sebagai Plt Ketum PPP Sama Seperti Dialami Suharso Tahun 2019

Suharso Monoarfa diberhentikan sebagai Ketua Umum PPP dalam Mukernas yang digelar di Banten beberapa waktu lalu. Survei partai yang tidak naik hingga pernyataan amplop kiai yang viral menjadi sejumlah alasan pemberhentian Suharso sebagai pimpinan PPP.

Presiden Jokowi sendiri menegaskan tidak mau ikut campur terkait masalah tersebut yang melibatkan 2 orang yang berada di lingkarannya, yaitu Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa dan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Muhammad Mardiono.

“Ya itu masalah internal di PP. Saya tidak tahu. Itu selesai terlebih dahulu, baru kita bicara mengenai masalah Wantimpres,” kata Jokowi seusai melantik Azwar Anas sebagai Menteri PAN dan RB di Istana Negara, Rabu (7/9/2022).

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com