Menu
Sign in
@ Contact
Search
Suasana pagelaran musik orkestra G20  (G20 Orchestra) di halaman Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. ( Foto: Istimewa )

Suasana pagelaran musik orkestra G20 (G20 Orchestra) di halaman Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. ( Foto: Istimewa )

Orkestra G20 Borobudur Menyuarakan Keindahan Harmonisasi Budaya 

Sabtu, 17 September 2022 | 15:08 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

MAGELANG, investor.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI menampilkan pagelaran musik Orkestra G20 (G20 Orchestra) yang dipimpin oleh konduktor Indonesia, Eunice Tong dengan pengawasan dari pianis terkemuka Indonesia, Ananda Sukarlan.

Dengan mengusung tema presidensi G20 bidang Kebudayaan, “Jalur Budaya untuk Kehidupan Berkelanjutan (Culture Path for Sustainable Living)” pagelaran Orkestra G20 ini berlangsung di area Aksobya, di halaman Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 12 September malam, sekaligus sebagai orkestra pertama dan menjadi salah satu inisiatif Indonesia dalam presidensi ini yang berhasil memanjakan indera para penikmatnya.

Baca Juga: G20 Orchestra, Musisi Indonesia Kini Diperhitungkan Dunia

Kegiatan tersebut merupakan salah satu sajian seni budaya presidensi G20 yang bertujuan mempromosikan nilai-nilai mulia tentang harmoni dan keselarasan yang dapat diciptakan melalui kolaborasi negara G20 dalam sektor budaya, serta menggambarkan keragaman budaya dunia.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikburistek) RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan, penampilan orkestra ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dalam budaya adalah sesuatu yang sangat dapat dicapai oleh negara-negara anggota G20.

“Orkestra G20 terdiri atas 70 orang musisi dari negara G20, berhasil mengilustrasikan harmonisasi dalam kerjasama antar negara dalam menghasilkan sebuah simfoni yang merdu, yang mengartikan kolaborasi budaya adalah sesuatu hal yang tidak mustahil dilakukan,” ujar Nadiem dalam pernyatan tertulis.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikburistek) RI Nadiem Anwar Makarim saat mempromosikan nilai-nilai mulia tentang harmoni dan keselarasan, serta menggambarkan keragaman budaya dunia dalam acara musik orkestra G20 (G20 Orchestra) di halaman Candi Borobudur, di Magelang, Jawa Tengah. ( Foto: Istimewa )

Digawangi para musisi dengan berbagai latar belakang budaya, menjadikan keberadaan Orkestra G20 makin istimewa. “Nilai-nilai yang disuarakan melalui G20 Orchestra antara lain: Bhinneka Tunggal Ika (Unity in diversity), kesetaraan gender (gender diversity), gerakan anti-kekerasan, dukungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas, dan persatuan negara-negara G20 dengan semangat "Recover Together, Recover Stronger,” tambah Nadiem.

Orkestra G20 ini, lanjut Nadiem, memiliki sejumlah keunikan yang dihadirkan untuk para delegasi, salah satunya adalah kesetaraan gender, di mana komposisi penampil acara merata antara musisi perempuan dan musisi laki-laki. Selain itu, pertunjukan ini turut memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk tampil dalam Orkestra G20.

Baca Juga: Menteri Nadiem Sebut Penyusunan RUU Sisdiknas Libatkan Partisipasi Publik

Keunikan berikutnya adalah, kursi penampil orkestra juga diisi oleh para musisi muda berbakat yang berusia di bawah 30 tahun. Hal ini dikatakan Mendikbudristek merupakan sebuah bentuk pelaksanaan semangat kebaruan dan keberlanjutan dalam bidang seni budaya.

“Maka penampilan Orkestra G20 tidak hanya indah untuk didengarkan, namun juga indah untuk dihayati keberadaannya, karena sarat dengan nilai-nilai keberagaman yang ternyata dapat berpadu harmonis dalam suatu irama,” ungkap Nadiem.

Senada dengan pernyataan mendikbudristek, pianis dan komposer kelas dunia Ananda Sukarlan turut mengapresiasi para pihak yang telah terlibat dalam pagelaran ini dan menyebutnya sebagai salah satu pertunjukan orkestra teristimewa di dunia.

Suasana pagelaran musik orkestra G20 (G20 Orchestra) di halaman Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. ( Foto: Istimewa )

“Ini adalah orkes dengan diversitas yang paling besar di dunia terdiri atas musisi dari negara-negara anggota G20 dengan berbagai latar belakang budaya. Keberagaman adalah isu yang paling penting, namun (dalam Orkestra G20) kita semua menjadi seragam dalam satu orkestra yang utuh, karena keseragaman kita adalah keberagaman,” ujar Ananda yang menjadi pemimpin Orkestra G20.

Baca Juga: Kemendikbudristek Luncurkan Merdeka  Belajar Episode  ke-22 tentang Seleksi Masuk PTN 

Usai pertunjukan, Nadiem menyerahkan baton konduktor kepada Menteri Kebudayaan India Shri Arjun Ram Meghwal sebagai simbolisasi penyerahan presidensi dari Indonesia kepada India untuk G20 tahun depan.

Menteri Nadiem mengatakan, harmonisasi dari pagelaran Orkestra G20 ini menunjukkan semangat gotong royong dari presidensi G20. “Irama yang kaya dan beragam dari simfoni ini akan menjadi penghargaan yang tepat bagi pekerjaan kami dalam Presidensi G20 bidang Kebudayaan tahun ini, serta untuk tahun-tahun mendatang,” katanya.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com