Menu
Sign in
@ Contact
Search
Platform media sosial (Foto: Dok.PR)

Platform media sosial (Foto: Dok.PR)

Pakar: Aktivitas Dakwah di Ruang Digital Mampu Konter Konten SARA di Medsos 

Kamis, 22 September 2022 | 21:55 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

LOMBOK – Era digital membuka kemungkinan manusia melakukan segala aktivitas melalui media digital. Termasuk aktivitas dakwah yang kini telah memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Aktivitas berdakwah di ruang digital berkembang seiring dengan banyaknya aplikasi media sosial.

”Media sosial dapat dijadikan alat penangkal radikalisme dan menjadi ’ladang amal’, karena mengajak kepada kebaikan,” ujar dekan Fakultas Psikologi Universitas Merdeka (Unmer) Malang Nawang Warsi, pada webinar ”Indonesia Makin Cakap Digital” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI untuk komunitas digital di wilayah Bali - Nusa Tenggara, Kamis (22/9/2022).

Nawang menyatakan, tidak sedikit para pendakwah yang kini telah memanfaatkan media digital untuk melakukan dakwah. Melalui channel YouTube, mereka menyebarkan rekaman aktivitas dakwahnya ke media sosial, seperti Facebook, Instagram hingga aplikasi percakapan.

Baca juga: Kemenkominfo Gelar Kelas Kebal Hoaks di Denpasar

”Selain mengajak pada kebaikan, di era digital, pemahaman agama bisa juga dihadirkan dalam bentuk beretika di ruang digital,” jelas Nawang dalam diskusi virtual bertajuk ”Aktivitas Dakwah di Ruang Digital” yang juga diikuti secara nobar oleh komunitas digital di wilayah Lombok Tengah, Nusa Tanggara Barat (NTB).

Aktivitas dakwah melalui media, lanjut Nawang, sebelumnya telah banyak dijumpai pada seni pertunjukan dan hiburan. ”Sesungguhnya banyak hiburan yang mengandung unsur keagamaan seperti sinetron Islami, film Islami, musik Islami, dan novel Islami yang mengakibatkan penyampaian pesan dan dakwah berkembang dengan pesat dan dinamis,” terangnya.

Aktivitas dakwah di ruang digital, menurut Nawang, diharapkan mampu menjadi konter terhadap dampak negatif dan pengaruh buruk atas media sosial. Di antaranya: konten yang melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan dan pencemaran nama baik, penyebaran hoaks, ujaran kebencian maupun permusuhan berdasarkan SARA.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 yang merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) ini diselenggarakan oleh Kemenkominfo bekerja sama dengan Siberkreasi dan mitra jejaring lainnya. Kegiatan yang diagendakan digelar hingga awal Desember nanti ini diharapkan mampu memberikan panduan kepada masyarakat dalam melakukan aktivitas digital.

Sejak dilaksanakan pada 2017, GNLD telah menjangkau 12,6 juta warga masyarakat. Pada tahun 2022, Kominfo menargetkan pemberian pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta warga masyarakat.

Pelatihan literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten tersebut selalu membahas setiap tema dari sudut pandang empat pilar utama. Yakni, kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Dari sudut pandang budaya digital (digital culture), praktisi komunikasi sekaligus penyiar radio Ari Utami mengatakan, di tengah problem banyaknya figur pendakwah yang memiliki paradigma dan sikap keberagamaan sosial yang eksklusif, intoleran, bahkan radikal, ideologi Pancasila harus menjadi acuan utama.

Menurut Ari Utami, sebagai dasar negara, falsafah atau pandangan hidup bangsa Indonesia yang digagas para pendiri bangsa, Pancasila sudah final dan harus jadi acuan dalam berbangsa dan bernegara. ”Pancasila juga tidak perlu diperdebatkan atau dipertentangkan lagi dengan agama,” tegasnya.

Pesatnya perkembangan dakwah digital, lanjut Ari, harus diimbangi dengan sikap hati-hati oleh pengguna digital. ”Pilihlah da'i yang memiliki kapasitas, kredibilitas, juga konsep dakwah digital yang jelas. Karena, kini banyak orang yang tidak memiliki kapasitas sebagai da'i atau ulama, namun menguasai teknologi dan banyak berbicara fatwa di dunia maya,” jelas Ari Utami.

Dipandu oleh moderator Chichi Zakaria, webinar kali ini juga menghadirkan influencer Azmi Alkatiri selaku key opinion leader.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : -

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com