Menu
Sign in
@ Contact
Search
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 sekaligus Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 sekaligus Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro

Indonesia Siap  Masuk Fase Endemi? Ini Parameter yang Harus Dipenuhi

Sabtu, 24 September 2022 | 10:44 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro mengungkapkan parameter atau indikator bagi suatu negara untuk masuk ke fase endemi.

"Meskipun demikian, status pandemi masih dinyatakan tetap berlangsung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selaku badan yang memiliki otoritas untuk menilai status kedaruratan Covid-19 di seluruh dunia, termasuk Indonesia," kata dr Reisa saat konferensi pers virtual, Kamis (23/9/2022).

Lebih lanjut, dr Reisa menjelaskan bahwa terdapat beberapa indikator bagi suatu negara untuk masuk ke fase endemi, dimulai dari laju penularan kasus hingga tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) dalam waktu enam bulan.

Menurutnya, apabila Indonesia ingin segera keluar dari pandemi Covid-19 dan masuk ke fase endemi, tentunya indikator yang dipersyaratkan WHO harus dipenuhi.

Berikut indikator suatu negara siap masuk ke fase endemi, yakni :

1. Laju penularan kasus harian kurang dari 5%
2. Angka kasus aktif kurang dari 5%
3. Tingkat kematian atau fatality rate sekitar 2%
4. Tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate / BOR) kurang dari 5%.

“Kita mendapat kabar baik, bahwa Direktur WHO dr  Tedros Adhanom pada 1 September 2022 yang lalu telah menyatakan bahwa akhir pandemi sudah di depan mata,” jelas Reisa.

Ia memandang bahwa saat ini seluruh negara termasuk Indonesia tengah berusaha mencapai garis akhir dengan bekerja sama untuk berupaya dan tetap waspada dalam menyelesaikan pandemi.

“Kita semua warga negara Indonesia harus saling bekerja sama dengan baik antar berbagai pihak, untuk mendukung keberhasilan kita melawan Covid-19,” ajak Reisa.

Reis menjelaskan bahwa WHO telah mengeluarkan enam kertas kebijakan atau policy briefs sebagai rujukan semua negara dan otoritas kesehatan negara-negara di dunia dalam langkah penutupan pandemi Covid-19. “Enam panduan tersebut memuat tindakan-tindakan penting yang dapat diterapkan oleh pembuat kebijakan nasional dan daerah,” pungkas dr Reisa.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com