Menu
Sign in
@ Contact
Search
Suporter Arema FC (Aremania) menabur bunga di Patung Singa Stadion Kanjuruhan, Malang, jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022. (Foto: Antara)

Suporter Arema FC (Aremania) menabur bunga di Patung Singa Stadion Kanjuruhan, Malang, jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022. (Foto: Antara)

Korban Jiwa Bertambah, Tragedi Kanjuruhan Salah Satu Bencana Stadion Terburuk di Dunia

Minggu, 2 Oktober 2022 | 17:20 WIB
Surya Lesmana (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Sedikitnya 174 orang tewas terinjak-injak pada pertandingan sepak bola Indonesia yang dikenal dengan ‘Tragedi Kanjuruhan’ dan menjadi salah satu bencana stadion terburuk di dunia.

Media Inggris BBC melaporkan, sekitar 180 orang juga terluka dalam bentrokan setelah tim tuan rumah Arema FC kalah dari rival bebuyutannya di stadion yang penuh sesak pada Sabtu malam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Penyerbuan terjadi setelah polisi menembakkan gas air mata kepada suporter yang menyerbu lapangan.

Baca juga: Barcelona hingga Malaysia Sampaikan Duka Cita atas Tragedi Kanjuruhan

Saat kepanikan menyebar, ribuan orang melonjak menuju pintu keluar stadion Kanjuruhan, di mana banyak yang mati lemas.

Laporan awal menyebutkan jumlah korban tewas sekitar 130 orang, tetapi para pejabat kemudian mengumumkan kenaikan signifikan yang menempatkan angka 174, dengan 11 orang lagi terluka parah.

Badan sepak bola dunia FIFA, menyatakan bahwa tidak ada ‘gas pengendali massa’ yang boleh dibawa atau digunakan oleh petugas atau polisi dalam pertandingan.

Baca juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan

Video dari stadion menunjukkan para penggemar berlari ke lapangan setelah peluit akhir menandai kekalahan 2-3 tim tuan rumah, dan polisi menembakkan gas air mata sebagai tanggapan.

"Sudah anarkis. Mereka mulai menyerang petugas, merusak mobil," kata Nico Afinta, Kapolres Jawa Timur, seraya menambahkan dua polisi termasuk di antara korban tewas.

"Kami ingin menyampaikan bahwa... tidak semuanya anarkis. Hanya sekitar 3.000 yang masuk lapangan," katanya.

Penyerbuan adalah salah satu yang terburuk dari garis panjang bencana stadion yang tragis.

Baca juga: Soal Tragedi Kanjuruhan, Ini Pernyataan BRI selaku Sponsor Utama Liga 1

Pada tahun 1964, total 320 orang tewas dan lebih dari 1.000 terluka selama penyerbuan di kualifikasi Olimpiade Peru-Argentina di Lima.

Pada tahun 1985, 39 orang tewas dan 600 terluka di stadion Heysel di Brussel, Belgia, ketika para penggemar terbentur tembok yang kemudian runtuh saat final Piala Eropa antara Liverpool (Inggris) dan Juventus (Italia).

Di Inggris, di stadion Hillsborough di Sheffield, insiden serupa mengakibatkan kematian 97 penggemar Liverpool yang menghadiri semi final Piala FA klub melawan Nottingham Forest.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com