Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjadi pembicara dalam Asean Mayors Forum (AMF) 2022. Dalam kesempatan itu, dia membeberkan penataan kawasan pesisir. (foto: Humas Pemkab Tangerang)

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjadi pembicara dalam Asean Mayors Forum (AMF) 2022. Dalam kesempatan itu, dia membeberkan penataan kawasan pesisir. (foto: Humas Pemkab Tangerang)

Bupati Tangerang Beberkan Konsep Penataan Pesisir di AMF 2022

Sabtu, 3 Des 2022 | 16:10 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjadi pembicara dalam Asean Mayors Forum (AMF) 2022 atau Forum Gubernur dan Walikota se-Asean yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja, Jumat (2/12/2022). Ahmed Zaki terpilih karena sukses memimpin penataan kawasan pesisir Kabupaten Tangerang, Banten.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan bagaimana mengelola kawasan pesisir yang punya banyak masalah, terutama soal urban. “Menyulap kawasan pesisir menjadi kawasan yang sehat dan masyarakatnya berdaya sungguh menjadi tantangan tersendiri. Yang diperhatikan adalah manusianya dan menciptakan simbiosis yang sehat dengan pesisir,” kata Zaki, dikutip dari keterangan resmi.  

Zaki berhasil menyulap kawasan kawasan pesisir  desa Ketapang, Mauk, Tangerang  yang menjadi lokasi percontohan nasional dan internasional dalam Pemsea Network of Local Government (PNLG) Forum 2022, Oktober lalu.

Menurut dia, peningkatan dan pengelolaan kawasan pesisir ini perlu dilakukan secara beriringan. Artinya, bukan hanya pembangunan infrastruktur, namun ekonomi serta lingkungan.

Advertisement

"Konsep pembangunan ini adalah yang terintegrasi antara ekonomi, infrastruktur dan lingkungan yang dibutuhkan untuk menopang perkembangan urbanisasi," tutur Bupati Zaki yang juga vice president PNLG atau Kerja Sama Daerah Pesisir di Asia Timur.

Tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan hal itu, kata dia, antara lain permukiman kumuh, sampah, masyarakat miskin, laju urbanisasi yang tinggi, abrasi, banjir rob hingga penurunan habitat mangrove. Sejumlah program dijalankan untuk mengatasi hal itu, yang salah satunya Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai (Gerbang Mapan).

Di Kawasan Ketapang, ada juga ruang untuk pembudidayaan ikan dan udang, penyediaan tempat pelelangan ikan pelabuhan serta konservasi mangrove. Pihaknya juga meningkatkan pelayanan setempat, seperti pembangunan pasar tradisional, kantor kecamatan, puskesmas hingga stadion mini.

"Kami juga meningkatkan sanitasi di sekolah-sekolah, yang salah satunya adalah menempatkan seluruh WC di gerbang masuk sekolah. Tujuannya agar komunitas bersama-sama mengawasi dan memelihara sanitasi. Dengan begitu ada tanggung jawab moral untuk konsisten mereka merawatnya," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menjalankan program Kurasaki singkatan kurangi sampah sekolah kita untuk mengurangi volume sampah di sekolah dengan membiasakan siswa membawa bekal makan dari rumah dan meniadakan tempat sampah.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com