Menu
Sign in
@ Contact
Search
BI NTB gencar gelar operasi pasar
Sumber: M Awaludin (BTV)

BI NTB gencar gelar operasi pasar Sumber: M Awaludin (BTV)

Komoditas Volatile Food Sumbang Inflasi, BI NTB Gencar Operasi Pasar Murah

Rabu, 7 Des 2022 | 17:30 WIB
M Awaludin (redaksi@investor.id)

MATARAM, investor.id - Komoditis volatile food seperti tomat sumbang penyumbang inflasi November 2022. Terlebih melihat perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan kenaikan. Termasuk tomat, lantaran produksinya yang diselidiki ditambah dengan kondisi cuaca ekstrim dan permintaan jelang akhir tahun meningkat. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat (NTB) gencar menggelar operasi pasar murah. 

"Sudah mulai mengarah (kenaikan tinggi, red) makanya kita melakukan operasi pasar,  pertama untuk komoditas yang mulai harganya mulai bergerak. Volatile food saat ini tomat, tapi diikuti telur, bawang merah," ujar Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) NTB Achmad Fauzi, Rabu (7/12/2022).

Pada November 2022 Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat inflasi year on year (yoy) gabungan dua Kota (Kota Mataram dan Kota Bima) sebesar 6,62%, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,31 pada November 2021 menjadi 112,28 pada November 2022. Tingkat inflasi month to month (mtm) gabungan sebesar 0,09% dan laju inflasi year to date (ytd) sebesar 5,95 %.

Baca juga: Gandeng Bank NTB Syariah, BNI Perkuat Layanan di Daerah

Advertisement

Untuk itu dari BI NTB bersama stakeholder lainnya mulai menyediakan untuk operasi pasar murah. Sementara di akhir tahun ini akan heboh atau mengalami kenaikan harga karena cuaca ekstrim terutama pada hortikultura. Hal tersebut tidak bisa dipungkiri jika komoditas hortikultura akan mengalami kenaikan.

"Itu tidak bisa dipungkiri seperti tomat, pokok holtikultura itu terpengaruh oleh cuaca. Kita juga sudah sidak ke pasar kebetulan untuk komoditas, seperti bawang ternyata aman (ketersediaan dan harga, red)," ungkapnya.

Lebih lanjut, maka dari itu bisa di suplay juga dari kabupaten Bima untuk memenuhi permintaan pasar akan bawang. Selain itu, mampu menekan harga agar tidak mengalami lonjakan. Namun sejauh ini belum ada kondisi yang mengkhawatirkan untuk komoditas bawang baik dari segi harga maupun ketersediaan.

Baca juga: Satgas Waspada Investasi Catat 18 Gadai Ilegal di NTB

"Untuk tomat memang (ada kekhawatiran, red),  karena dia sangat berpengaruh (pada cuaca, red). Tapi sebentar lagi akan panen dan bisa saja kembali stoknya," terangnya.

Berdasarkan data BPS NTB beberapa komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi mtm November 2022, antara lain Tomat, Emas Perhiasan, Sawi Hijau, Rokok Kretek Filter, dan Angkutan Udara. Sedangkan komoditas yang memberikan andil atau sumbangan deflasi mtm, antara lain Ikan Layang/Ikan Benggol, Tongkol Diawetkan, Cabai Merah, Cabai Rawit, dan Bawang Putih.

"Yang volatile food saat ini yakni tomat. Sebener bagus juga, Alhamdulillah untuk komoditas volatile food yang lain kita tahu kemarin deflasi, tapi sekarang ada beberapa inflasi," jelasnya.

Baca juga: Jaga Stok Beras, Bulog NTB Hentikan Sementara Pengiriman Beras Ke Provinsi Lain

Sebelumnya, Kepala BPS NTB Wahyudin menerangkan November 2022, inflasi yoy gabungan dua kota yakni Mataram dan Bima sebesar 6,62%. Angka inflasi ini lebih tinggi dibanding angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 5,42%.  "Untuk wilayah NTB, Kota Mataram mengalami inflasi yoy sebesar 6,65% dan Kota Bima mengalami inflasi yoy sebesar 6,54%," ujarnya.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada kelompok transportasi sebesar 23,72%; kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 7,24%. Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,47%, ada juga kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,96%,

Untuk kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,45%, kelompok pakaian dan alas Kaki sebesar 3,37%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,14%, kelompok pendidikan sebesar 2,47% kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,74%, dan kelompok kesehatan sebesar 0,82%.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com