Menu
Sign in
@ Contact
Search
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua, Ferdy Sambo mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa 24 Januari 2023. (B-Universe Photo / Joanito De Saojoao)

Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua, Ferdy Sambo mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa 24 Januari 2023. (B-Universe Photo / Joanito De Saojoao)

Ferdy Sambo Sebut Hidupnya Kini Suram, Sepi, dan Gelap

Selasa, 24 Jan 2023 | 16:45 WIB
Muhammad Aulia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Ferdy Sambo kini telah dijebloskan ke tahanan akibat didakwa melakukan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Sambo mengaku, hidupnya kini terasa suram selama berada di tahanan.

Hal itu disampaikan Sambo dalam pleidoi atau pembelaannya terhadap tuntutan jaksa dalam persidangan kasus tewasnya Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (24/1/2023). Sambo dituntut jaksa dengan hukuman penjara seumur hidup dalam kasus dimaksud.

Mulanya Sambo mengaku telah berada di tahanan selama 165 hari untuk menghadapi proses hukum yang menjeratnya. Dia menyebutkan mendekam di tahanan berarti kehilangan kemerdekaan hidup yang sebelumnya telah dia rasakan serta jauh dari keluarga dan sahabat.

Baca juga: Ferdy Sambo Dituntut Penjara Seumur Hidup

Advertisement

"Semua hakikat kebahagiaan dalam kehidupan manusia yang sebelumnya saya rasakan sungguh telah sirna berganti menjadi suram, sepi, dan gelap," ungkap Sambo dalam persidangan.

Mantan Kadiv Propam Polri itu mengaku kerap merenung selama di tahanan. Dia tak menyangka kehidupannya yang terhormat selaku pejabat penting Polri kini berubah menjadi begitu sulit.

"Demikianlah penyesalan kerap tiba belakangan, tertinggal oleh amarah dan murka yang mendahului," tutur Sambo.

Baca juga: Dituntut 12 Tahun Penjara, Eliezer Menangis

Ferdy Sambo juga mengaku tak dapat membayangkan bagaimana cara dirinya dan keluarga bisa tetap melanjutkan kehidupan setelah berbagai tuduhan ditujukan terhadapnya. Dia memandang tuduhan-tuduhan tersebut merupakan hal yang keji.

Hanya saja, Sambo menyampaikan baik sang istri Putri Candrawathi, anak-anak, dan keluarganya tak pernah berhenti untuk saling menguatkan satu sama lain. Mereka tetap meyakini keadilan masih ada.

Baca juga: Reaksi Putri Candrawathi usai Dituntut 8 Tahun Penjara

"Karenanya, saya tidak boleh berhenti menantikan keadilan. Harapan akan keadilan itu mengalir pada persidangan Yang Mulia ini, dan akan bermuara pada kebijaksanaan majelis hakim dalam putusannya," ujar Sambo.

Untuk diketahui, sidang tuntutan jaksa terhadap kelima terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J telah digelar sejak Senin (16/01/2023). Terdakwa Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi dituntut jaksa 8 tahun penjara dan Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup. Sementara Bharada E dituntut 12 tahun penjara.

Bharada E dan Putri Candrawathi didakwa bersama tiga orang lain, yakni Ferdy Sambo, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com