Jumat, 24 Maret 2023

Gaya Hedon Pejabat, Arsul Sani: Tidak Pas, Bisa Timbulkan Intoleransi

Anisa Fauziah
18 Mar 2023 | 17:38 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua MPR Arsul Sani
Wakil Ketua MPR Arsul Sani

JAKARTA, investor.id -  Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani angkat bicara terkait gaya hidup hedonis sejumlah pejabat negara yang belakangan ini menjadi sorotan masyarakat.

Menurutnya pejabat sudah semestinya bersikap inklusif, bukan menimbulkan intolerasi karena gaya hidupnya.

“Kemudian jika kita berbicara tentang sikap - sikap inklusif itu itu juga harus menumbuhkan kesadaran jangan membuka ruang untuk kemudian menciptakan intoleransi, dalam bentuk misalnya berkembangnya di media sosial, terutama ekspresi ekspresi kebencian, ekspresi ekspresi kemarahan yang ditimbulkan karena sesuatu yang itu sesuatunya itu wajar,” ujar Arsul Sani, saat dimintai keterang dalam kegiatan Sumbu Kebangsaan, di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, pada Sabtu (18/3/23).

Advertisement

Mengekspresikan diri melalui media sosial merupakan hal yang dianggap wajar oleh Arsul, sehingga pejabat perlu mempertimbangkan tampilan gaya hidupnya, terlebih pejabat negara yang sering menampilkan gaya hidup hedonis untuk dapat dipertanggung jawabkan aset kekayaannya.

“Kenapa saya katakan sesuatu nya itu yang wajar, kita bisa membayangkan kalau penyelenggara negara, aparatur negara, apakah itu sipil, militer, atau polisi itu menampilkan gaya hidup yang tidak seperti orang kebanyakan lah, hedon kalau orang bilang seperti sekarang, meskipun itu bisa jadi sah sah saja, itu memang dari sumber sumber yang halal, yang bisa dipertanggung jawabkan secara hukum,” kata Arsul.

Pamer berlebihan harta kekayaan dan aset yang dinikmati bukan hal yang pas untuk ditampilkan penyelenggara negara, pasalnya hal tersebut memicu ada asumsi penyelewengan aset negara. 

“Tapi memang tidak pas, untuk apa sih kita mamerkan, kita penyelenggara negara pejabat negara naik pesawat first class, kemudian juga menyewa penerbangan charter, saya kira ini hal hal yang dihindari, apalagi kalau itu kemudian menimbulkan kecurigaan, bahwa sumber sumber dana yang digunakannya itu bukan dari katakan lah perolehan yang halal bukan dari yang sah secara hukum,” pungkas Arsul.

Editor: Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Minyak Terpangkas 1% Tertekan Keputusan AS Soal Cadangan Strategis

Harga minyak terpangkas 1% pada Kamis (23/3/2023). tertekan pernyataan Menteri Energi AS bahwa pengisian ulang SPR memakan waktu lama
Market 33 menit yang lalu

Pandemi Covid-19 Berlalu, Adi Sarana Siapkan Capex Jumbo 

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menyiapkan capex jumbo, Rp 1,5 triliun, tahun ini untuk menambah jumlah armada.
Market 49 menit yang lalu

MNC Sekuritas: IHSG Uji Rentang Ini, Intip Saham-Saham Calon Cuan di Hari Kejepit

MNC Sekuritas memprediksi IHSG hari ini uji rentang 6.693-6.731. Intip saham-saham calon cuan di hari kejepit ini. Salah satunya BBKP.
Business 1 jam yang lalu

Pengembang Perkuat Properti Komersial

Para pengembang memperkuat properti komersial di area proyek yang dikembangkannya. Kehadiran properti komersial selain menggairahkan kawasan
Market 1 jam yang lalu

Harga CPO Rontok Dua Hari Berturut-turut

Harga kontrak CPO di Bursa Malaysia Derivatives kembali melemah pada perdagangan Kamis, sehingga rontok dua hari berturut-turut. 
Copyright © 2023 Investor.id