Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

BPOM: Tas Kresek tak Layak untuk Makanan

Rabu, 3 Oktober 2012 | 15:24 WIB
Antara

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan, kantong plastik kresek, terutama yang berwarna hitam tidak layak untuk digunakan mengemas makanan siap santap, namun seringkali pedagang kaki lima menggunakannya untuk membungkus makanan seperti bakso, mie atau gorengan.

"Kantong kresek terutama yang hitam adalah plastik daur ulang. Ini berbahaya karena riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui dan dalam proses pembuatannya sering ditambahkan bahan tambahan seperti antioksidan atau pewarna," papar Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya BPOM Mustofa dalam media briefing di Jakarta, Rabu.

Karena merupakan produk daur ulang, kantong plastik kresek disebut Mustofa sulit untuk diketahui riwayat penggunaan sebelumnya yang dapat berupa apa saja, termasuk sebagai bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan/manusia maupun limbah logam berat.

Penambahan bahan lain seperti pewarna menambahkan risiko penggunaan kantong kresek yang juga memiliki bahaya mengandung bahan karsinogenik atau pemicu kanker yang terlepas jika dipanaskan.

Guna menghindari risiko, Mustofa menyarankan untuk tidak menggunakan kantong kresek sebagai pembungkus makanan, atau kontak langsung dengan makanan.

Selain plastik kresek, Mustofa juga menyoroti penggunaan kertas bekas sebagai bungkus makanan seperti gorengan. "Tidak semua kertas layak sebagai kemasan pangan, terutama kertas koran dan majalah, yang malah sering digunakan," katanya.

Tinta yang digunakan untuk mencetak koran dan majalah dapat mengandung Pb atau logam timbal yang berbahaya karena dapat berpindah ke pangan dan masuk ke dalam tubuh manusia, selain itu bahaya juga ditimbulkan oleh pewarna koran/majalah yang disebut ITx.

Gelas dan Keramik
Sementara itu, Mustofa menyebutkan bahwa kemasan pangan yang paling aman digunakan adalah gelas dan keramik serta bahan plastik yang telah memiliki logo "tara pangan" atau aman digunakan.

"Salah satu keunggulan dari gelas dan keramik adalah sifatnya yang inert atau tidak bereaksi dengan bahan yang dikemas dan tahan panas," ujarnya.

Gelas dan keramik juga memiliki keuntungan karena memiliki sifat sebagai barrier yang baik terhadap uap air, air dan gas serta dapat digunakan kembali lebih lama. (gor/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN