Menu
Sign in
@ Contact
Search

Menteri Caleg Jangan Cuma Jaring Suara

Selasa, 23 April 2013 | 07:36 WIB
Antara (redaksi@investor.id)

JAKARTA-Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Nanat Fatah Natsir mengatakan menteri yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif sebaiknya tidak sekadar bermaksud menjaring suara tetapi harus benar-benar berniat menjadi wakil rakyat.

"Bagus sekali kalau mereka benar-benar siap menjadi anggota DPR. Karena punya pengalaman sebagai menteri, mereka akan lebih berkualitas saat menjadi anggota DPR," kata Nanat di Jakarta, Senin (22/4).

Mantan rektor UIN Bandung itu mengatakan menteri yang menjadi anggota DPR akan memiliki kualitas berimbang antara legislatif dan eksekutif. Pengalaman di eksekutif bisa menjadi pelajaran saat melakukan legislasi.

Namun, menurut Nanat, pertanyaan yang muncul ketika menteri mencalonkan diri menjadi anggota legislatif adalah apakah mereka benar-benar siap menjadi anggota DPR dan bukan sekadar menjadi pengumpul suara untuk partai.

"Kalau hanya pengumpul suara, lalu setelah terpilih sebagai anggota DPR mengundurkan diri, tentu bukan hal yang baik. Menurut saya, itu merupakan perilaku yang tidak sportif dan ksatria," tuturnya kepada Antara.

Nanat mengatakan menteri yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif hanya untuk menjaring suara adalah bentuk penipuan dan perilaku elit politik yang tidak mendidik masyarakat.

"Menurut saya perlu ada peraturan tentang calon yang harus siap lima tahun menjadi anggota DPR jika terpilih," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dikabarkan akan menjadi calon anggota legislatif untuk menjaring suara pada Pemilu 2014. Bahkan, ada salah satu partai yang mengharuskan kadernya yang menjadi menteri untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Hal itu menimbulkan pro kontra di sebagian kalangan. Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyarankan menteri tidak mencalonkan diri sebagai anggota legislatif agar tidak terjadi penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan tertentu.

"Menteri-menteri itu memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat, lebih besar dari seorang kepala daerah atau gubernur. Sebaiknya selesaikan tugas dan tanggung jawab dan tak perlu menjadi caleg," kata Pramono Anung.

Sementara itu, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar mengatakan seorang menteri yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif tidak perlu mundur dari jabatannya.

"Menteri itu jabatan publik, bukan jabatan politik yang dipilih melalui pemilu, jadi tidak harus mundur," kata Akil.

Di bagian lain, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham menyatakan tidak akan ada menteri dari partai tersebut yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR.

"Tidak ada menteri yang 'nyaleg', biarlah mereka konsentrasi pada pekerjaannya," ujar Idrus. (*/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com