Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Sejumlah Pelaut Tinggalkan Labuhan Bajo Flores

Jumat, 13 September 2013 | 08:43 WIB
Antara

LABUHAN BAJO-Sejumlah sailor yang berada di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur "kabur" karena merasa tidak nyaman setelah hadirnya 25 armada KRI di wilayah perairan tersebut jelang puncak Sail Komodo pada, Sabtu (14/9).

"Bukan hanya masalah kehadiran kapal perang tersebut, tetapi parade kendaraan lapis baja TNI-AD serta pasukan berseragam yang ikut membuat para sailor serta wisatawan asing merasa tidak nyaman berada di Labuan Bajo," kata Ketua Asosiasi Biro Perjalanan (ASITA) Manggarai Barat Theodorus Hamun di Labuan Bajo, Kamis.

Dia mengaku situasi tersebut telah meresahkan masyarakat serta sejumlah wisatawan termasuk para sailor yang sudah ada di ujung barat Pulau Flores itu untuk menikmati keindahan alam sambil menanti tibanya puncak Sail Komodo pada 14 September 2013.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan hadir pada puncak pelaksanaan Sail Komodo, dan berencana akan berkunjung ke Pulau Komodo untuk melihat dari dekat biawak raksasa Komodo yang sudah ditetapkan sebagai salah satu dari tujuah keajaiban dunia (New7 Wonders).

Kunjungan Presiden SBY bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono ke Pulau Komodo itu direncanakan berlangsung Jumat (13/9) atau sehari sebelum puncak Sail Komodo di Kota Labuan Bajo.

Theodorus Hamun mengatakan kehadiran armada kapal perang serta kendaraan lapis baja militer itu telah memberikan suasana yang tidak nyaman bagi para wisatawan asing yang ada di Labuan Bajo.

Dampak ikutannya, kata dia, sejumlah peserta Sail Komodo pun ikut "kabur" dari perairan Labuan Bajo yang elok menjelang puncak Sail Komodo yang akan dihadiri oleh Presiden SBY itu.

Menurut dia, ada banyak wisatawan yang harus membatalkan perjalan ke Labuan Bajo, karena kondisi dan susana di ibu kota Kabupaten Manggarai Barat itu seperti dalam suasana perang.

"Saya jujur ada tamu reguler saya dari Belanda yang harus batalkan perjalanan ke Labuan Bajo dalam beberapa waktu ini karena kondisi ini. Mereka sempat ke sini namun tak bisa nikmati kondisi di Pulau Komodo karena sudah disteril," katanya.

Dia mengatakan, kondisi ini sangat berdampak buruk terhadap niat baik pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk menjadikan Komodo sebagai pintu masuk pariwisata dunia.

"Para wisatawan dari luar negeri ke daerah ini untuk menikmati keindahan alam dalam kondisi nyaman dan aman, tidak dengan kondisi seperti mau perang seperti ini. Ini sangat merugikan daerah ini," kata pemilik Biro Perjalanan Manumadi di Labuan Bajo itu.

Dia mengatakan, dengan kondisi ini, dapat dipastikan Sail Komodo yang digelar dengan menghabiskan anggaran miliaran rupiah ini tidak berdampak positif bagi masyarakat di Manggarai Barat.

"Saya hanya melihat ada upaya penghabisan uang negara tanpa melihat dampak lanjutan bagi kepentingan masyarakat," katanya.

Dia berharap, ke depan pemerintah dan seluruh komponen yang berperan dalam kegiatan bertaraf internasional ini, untuk lebih menciptakan suasana yang lebih kondusif demi memberikan rasa nyaman bagi semua orang terutama wisatawan manca negara yang berkunjung ke Komodo.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN