Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jasa Marga mencatatkan sebanyak 1,39 juta kendaraan telah meninggalkan Jabodetabek selama 8 hari terakhir

Jasa Marga mencatatkan sebanyak 1,39 juta kendaraan telah meninggalkan Jabodetabek selama 8 hari terakhir

8 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Arus Balik Pulau Sumatra–Jabodetabek, Ini Dia...

Kamis, 5 Mei 2022 | 11:14 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Untuk tidak mengulangi kekacauan di Pelabuhan penyeberangan Merak menuju Pulau Sumatra saat arus puncak mudik Sabtu (30/4/2022) dan kemacetan berkepanjangan di tol Cipularang sebagai dampak one way di Tol Trans Jawa (JTTJ), maka menjelang puncak arus balik dari Sumatra ke Jawa dan antar kota di Jawa yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tanggal 6-8 Mei 2022, pemerintah perlu lebih serius menangani gelombang dahsyat kendaraan dan manusia yang akan kembali ke Jabodetabek melalui jalan darat.

Pemerhati Kebijakan Publik sekaligus Managing Partner PH&H Public Policy Interest Group Agus Pambagio menjelaskan, setidaknya ada 8 hal yang harus diperhatikan saat arus balik Pulau Sumatra-Jabodetabek:

Baca juga: Kemenhub Dukung Korlantas Terapkan Rekayasa Lalin di Jalur Tol

  1. Kepadatan di Rest Area (RA) di ruas Palembang – Bakauheni akan menjadi salah satu penyebab kemacetan di tol Palembang – Kayu Agung – Terbanggi Besar – Bakauheni karena pengaturan parkir kendaraan dalam RA yang kusut berliku-liku. Untuk itu pintu masuk harus dijaga Korlantas untuk pengaturan dengan ekstra keras. Saat ini di Trans Sumatera (JTTS), RA di JTTS  berjumlah 25 dengan perincian, 21 RA permanen dan 4 RA sementara.  Kepadatan dan kekusutan parkir di RA membuat RA tidak layak dijadikan lokasi kontrol kemacetan atau parkir pengendapan sebelum masuk ke dermaga Pelabuhan Panjang dan Bakauheni.
  2. Kondisi JTTS yang tidak mulus, meskipun menjelang Lebaran sudah dipoles, bisa menjadi penghambat kelancaran lalulintas dan rawan kecelakaan.
  3. Di Provinsi Lampung, rencananya ada tiga Pelabuhan yang dioperasikan bersama untuk mengurangi kepadatan di salah satu pelabuhan, yaitu Pelabuhan Panjang (di operasikan oleh PT Pelindo), Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ, swasta) dan Pelabuhan Bakauheni (di operasikan oleh PT ASDP).
  4. Kemacetan di Pelabuhan Merak saat puncak arus mudik, salah satu penyebabnya pemudik belum memiliki tiket yang dibeli secara online. Sementara PT ASDP tidak siap menghadapi pemudik yang go show di dermaga. Sebaiknya bagi pemudik yang belum mempunyai tiket  diarahkan ke tempat tertentu diluar dermaga untuk membeli tiket. Parkir pengendapan harus dijaga aparat keamanan dari POLRI dan TNI untuk menhindari kemungkinan adanya calo tiket online.
  5. Tiket penyeberangan tidak usah diberi jam keberangkatan tetapi siapa sampai terlebih dahulu di dermaga,  langsung masuk kapal jika kapal telah siap (first come first in) supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan dan manusia..
  6. Eksklusivitas dermaga harus dihilangkan karena untuk menangani arus balik yang seperti air bah datangnya tidak boleh ada diskriminasi oleh pengelola dermaga, siapapun dia.
  7. Seluruh kapal pengangkut (ro-ro) harus sudah mempunyai SIB (Surat Izin Berlayar) jangan seperti saat arus mudik, banyak kapal belum mempunyai SIB. Masalah menjadi agak rumit ketika mengurus SIB karena yang dapaat memberi SIB ada dua Direktorat Jenderal di Kemenhub, yaitu Ditjen Perhubungan Darat dan Ditjen Perhubungan Laut (Syahbandar/KSOP untuk dermaga besar). Dualisme regulator ini harus segera ditertibkan oleh Menteri Perhubungan supaya ada jaminan keselamatan operasi kapal penyeberangan serta tidak membingungkan operator kapal.
  8. Para nahkoda kapal maupun pengemudi/pilot/masinis moda angkutan umum lain, jangan lakukan penambahan penumpang diluar kapasitas moda, meskipun ada perintah dari pejabat atau regulator berwenang demi mengurai kemacetan. Sangat berbahaya dan jika terjadi kecelakaan yang merengut nyawa manusia, maka hukuman pidana yang berlaku.

Baca juga: Menhub: Arus Mudik di Bandara Soetta Lebih Tinggi dari Era Prapandemi

Yang harus diperhatikan saat arus balik dari arah Timur Pulau Jawa–Jabodetabek:

  1. RA menjadi salah satu penyebab kemacetan di jalan tol trans Jawa (JTTJ) yang sulit diurai, kecuali lokasi parkir kendaraan di dalam RA dipusatkan di lokasi khusus parkir kendaraan bukan di depan toilet/mushola/resto.  Contoh sistem perparkiran RA yang benar dan patut  dijadikan ditiru adalah RA 456 A dan B di ruas JTTJ Km 456 antara Semarang Solo.
  2. Proses ganjil genap-contra flow-satu arah yang menjadi diskresi Korlantas harus 24 jam diinformasikan real time ke publik, melalui radio dan TV partner, Youtube, aplikasi BPJT dan Jasa Marga serta medsos lain, supaya kemacetan seperti di Tol Cipularang saat arus mudik tidak berulang.
  3. Pemudik harus mematuhi semua aturan Korlantas, seperti perintah keluar ke jalur alternatif/arteri, atau perintah untuk segera meninggalkan RA dan sebagainya karena kemacetan di jalur utama JTTJ sudah parah.
  4. Kesiapan kendaraan (BBM dan mesin) serta pengemudi, termasuk pengemudi cadangan, harus prima. Siapkan makanan, minuman berlebih dan tempat untuk buang air kecil yang banyak dijual di apotek  supaya tidak usah memaksakan ke RA yang sudah padat dan bahu jalan untuk makan atau buang air karena itu melanggar peraturan keselamatan berkendara di jalan tol.

“Sekedar mengingatkan bahwa di masa lebaran, lalu lintas jalan raya  dikoordinasikan, serta dikendalikan oleh Korlantas Polri, sedangkan kesiapan jalan tol dan arteri oleh Kementerian PUPR lalu untuk persoalan transportasi umum dan keselamatan transportasi semua moda dikendalikan oleh Kementerian Perhubungan. Semoga publik paham tentang pembagian tugas ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Mohon maaf lahir batin. Semoga selamat sampai rumah dan sehat walafiat,” pungkas Agus.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN