Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Jokowi-JK Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tujuh Persen

Jumat, 22 Agustus 2014 | 11:53 WIB
Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah

JAKARTA-Pemerintah Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuh Kalla (Jokowi-JK) menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar tujuh persen sejak 2014 hingga 2019.

"Untuk mencapai angka itu dibutuhkan investasi infrastruktur setidaknya sebesar Rp6.500 triliun," kata Deputi Bidang Infrastruktur, Perumahan Rakyat dan Transportasi Kantor Transisi Jokowi-JK Akbar Faizal di Jakarta, Jumat.

Akbar kepada Antara mengatakan kebutuhan investasi infrastruktur itu dapat disediakan 25 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) atau sebesar Rp1.638 triliun.

Sedangkan 75 persen sisanya harus dibantu dari pembiayaan pihak lain seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau swasta.

Akbar menyebutkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama lima tahun terakhir mencapai lima persen dengan alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur berkisar empat hingga lima persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Pertumbuhan investasi infrastruktur Indonesia masih rendah dibandingkan India yang telah mencapai tujuh persen dari PDB sejak 2009, sedangkan investasi di Tiongkok sudah sebesar 9-11 persen pada 2005.

Tambahan anggaran satu persen dari PDB hanya mendorong pertumbuhan nasional sebesar 0,17 persen, sedangkan India menembus angka 0,28 persen dan Tiongkok 0,33 persen.

Akbar mengungkapkan pembangunan infrastruktur merupakan hal yang vital untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara karena memiliki efek berantai terhadap dinamika kegiatan ekonomi.

Berkaitan itu, Jokowi-JK akan mengambil pendekatan model baru dalam mengelola infrastruktur nasional.

Akbar menjelaskan pendekatan itu pertama meliputi pembangunan infrastruktur secara holistik dengan mengedepankan pemerataan lingkungan sosial yang berkelanjutan.

Keempat pembangunan infrastruktur memerlukan big picture dan kelima pengelolaan melibatkan potensi swasta.

Akbar menyebutkan pemerintahan Jokowi-JK juga mencanangkan Nawa Cita atau sembilan agenda perubahan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing rakyat pada tingkat pasa nasional maupun internasional.

"Sehingga Indonesia bergerak maju seiring pertumbuhan di negara Asia lainnya," ujar Akbar.

Upaya lain untuk mengembangkan infrastruktur yakni menambah daya kelistirikan minimal 35.000 Mega Watt, membangun ruas jalan sepanjang 2.000 Kilometer.

Selanjutnya, membangun dan merenovasi 10 pelabuhan dan bandara, 10 kawasan industri baru disertai tempat huni buruh, mendirikan 5.000 pasar tradisional dan memodernisasi pasar tradisional yang telah ada.

Langkah untuk memenuhi target pembangunan infrastruktur nasional melalui memperbesar ruang fiskal yang berasal dari pengurangan subsidi energi untuk membiayai pengurangan infrastruktur pemerintah.

Mendayagunakan BUMN untuk mendukung program pembangunan infrastruktur, serta menciptakan iklim investasi dan skema yang menarik untuk menggaet swasta menanamkan investasi dan mengembangkan proyek infrastruktur.(*/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN