Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Ahok: Ketahanan Air di Jakarta Sangat Rawan

Kamis, 9 Oktober 2014 | 06:24 WIB
Oleh Aris Cahyadi

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengingatkan, Kota Jakarta menghadapi ancaman serius dalam ketahanan penyediaan air bersih. Hingga saat ini, ketahanan air di Jakarta hanya mencapai 2,2% dibandingkan Singapura yang sudah mencapai 68%.

“Ini sangat serius sekali, sangat rawan. Dibandingkan Singapura yang tidak memiliki air, ketahanan airnya sudah mencapai 68%. Ini bahaya. Seperti kalau mau perang, kita punya pesawat tempur dan tank, tapi enggak bisa sampai seminggu beroperasi, karena nggak ada minyak. Kalau ketahanan air seperti ini, kita sudah kalah sebelum berperang, karena kekurangan air” kata Basuki saat membuka acara Seminar Ketahanan Air di Provinsi DKI Jakarta, Rabu (8/10).

Jika ketahanan air di Ibu Kota tidak segera ditingkatkan, kata Ahok, Jakarta akan menjadi kota yang mati, kota yang tidak memiliki kehidupan sama sekali, karena air bersih sangat penting dalam sebuah kehidupan kota.“Kalau di film kolosal, kalau perang kan biasanya musuh matiin sumber air kota itu. Jadi mereka kekeringan dan mati. Nah, orang Jakarta nggak usah di ajak perang. Matiin airnya saja, mati dia,” ungkapnya.

Peningkatan ketahanan air, ungkap mantan Bupati Belitung Timur ini, tidak hanya tergantung pada pembangunan proyek air perpipaan di Waduk Jatiluhur yang menambah air baku hingga 20%. Namun kalau tingkat kebocoran air atau non revenue water (NRW) mencapai 40% tidak dapat diminimalisasi, ketahanan air di Jakarta semakin minim.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id

Editor : Juang N Hutagalung (juang.natigor@investor.co.id)

BAGIKAN