Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Lippo Karawaci John Riady (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)

CEO Lippo Karawaci John Riady (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)

Alumnas Jadi Wadah Berkumpulnya 'Entrepreneurship' Membangun Negeri

Kamis, 8 April 2021 | 15:58 WIB
Mikael Niman

BEKASI, investor.id – Perkumpulan Alumni Amerika Serikat (Alumnas) menjadi wadah berkumpulnya para wirausahawan (entrepreneurship) untuk membangun negeri, setelah mengecap pendidikan dan pengalaman di Negeri Paman Sam.

Saat ini, sekitar 2.000 orang yang menjadi keanggotaan Alumnas yang terdaftar dan mencanangkan peningkatan anggota hingga 10.000 pada 2022 mendatang. Tentu, bukan jumlah yang kecil.

Beberapa anggota Alumnas yang menjadi wirausaha sukses adalah Presiden Direktur Blue Bird Group Noni Purnomo, CEO Sintesa Group Shinta Kamdani serta CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady dan sebagainya.

Para Alumnas tersebut memiliki pendidikan, keterampilan, manajerial, serta pengalaman dididik di Amerika Serikat (AS), sebagai negara maju saat ini. Potensi ini, akan menjadi kekuatan yang luar biasa dalam bekerja sama membangun negeri bersama dengan pemerintah.

“Senior-senior kami, dulu pernah menggagas bagaimana alumni dari United States ini bisa memberikan kontribusi kepada negara dan bangsa ini,” ujar Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly, saat pelantikan pengurus Alumnas di District 1 Meikarta Lippo Cikarang, Kamis (8/4).

Terlebih lagi, saat menghadapi pandemi Covid-19, sektor ekonomi terpuruk dan bagaimana kita bisa keluar dari pandemi ini. “Pertumbuhan ekonomi yang negatif kita cepat dorong supaya tumbuh yang positif. Kita harapkan nanti, kalau kita bermimpi di 2045 Indonesia Emas, dapat kita capai maka itu pertumbuhan ekonomi di atas 5%, 6%,” bebernya.

Alumnas sebagai bagian dari anak-anak bangsa yang mendapat kesempatan belajar di luar negeri, mau ikut berbagi pikiran untuk disampaikan kepada pemerintah.   

Yasonna Laoly pun didapuk menjadi Ketua Dewan Penasehat Internasional Alumnas periode 2021-2026. Lalu, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat Internasional Alumnas periode 2021-2026.

Bambang berharap, apa yang diperoleh dari pengalaman belajar di Amerika Serikat dapat dibawa ke dalam negeri untuk membangun bangsa.

“Kita ingin menjadi negara maju. Saat ini kita kategorinya, middle income. Kita ingin menjadi negara maju, seperti Amerika maupun beberapa negara lainnya di Asia,” ungkap Bambang.

Menurutnya, Amerika adalah yang sukses menjadi negara maju, dan banyak anak bangsa yang telah mengecam pendidikan serta pengalaman di negara tersebut. “Kita ingin mentransformasi sebanyak mungkin yang bisa ditiru di Amerika dilakukan di Indonesia, kita kombinasikan dengan local wisdom,” tuturnya.

Menurutnya, ada pelajaran penting yang bisa diambil dari negara Amerika Serikat yakni terkait dengan kekuatan entrepreneurship. Kekuatan kewirausahaan ini menjadi salah satu faktor Amerika Serikat menjadi negara maju.

“Tidak ada negara yang bisa maju, kalau tidak ada Entrepreneurship yang kuat. Dan, Amerika adalah contoh yang sangat nyata, bahwa selalu muncul entrepreneur baru dan begitu muncul entrepreneur baru biasanya langsung menduduki posisi tertinggi untuk orang terkaya atau perusahaan terbesar,” imbuhnya.

Indonesia, kata dia, jangan terlena hanya dengan sumber daya alamnya yang melimpah tetapi juga harus bangga dengan apa yang menjadi kekuatan sumber daya manusianya. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN