Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Anies Izinkan Perkuliahan Tatap Muka dalam PPKM Mikro

Selasa, 23 Maret 2021 | 15:41 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id   - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro hingga 5 April 2021. Perpanjangan ini dituang dalam Keputusan Gubernur Nomor 294 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan Instruksi Gubernur Nomer 13 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro tingkat RT.

Pembatasan aktivitas dalam PPKM mikro ini kali ini tidak terlalu beda jauh PPKM mikro sebelumnya. Hanya saja PPKM mikro kali ini, Anies telah mengizinkan aktivitas perkuliahan di kampus-kampus di Jakarta dilakukan secara tatap muka atau luring.

“Aktivitas belajar mengajar di Perguruan Tinggi atau akademi dilaksanakan secara daring/online atau luring/offline atau tatap muka,” tulis Anies dalam Kepgub Nomor 294 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro.

Tidak semua kampus akan melakukan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka. Kampus yang dibuka secara tatap muka merupakan kampus percontohan yang sudah memenuhi syarat-syarat penerapan protokol kesehatan.

“Pelaksanaan luring atau offline atau tatap muka dibuka secara bertahap dengan proyek percontohan dengan penerapan protokol kesehatan secara kesehatan,” ungkap Anies.

Sementara untuk aktivitas belajar mengajar di sekolah (SD hingga SMA) tetap dilaksanakan secara online.

 

Berikut ini adalah pengaturan pembatasan aktivitas masyarakat selama PPKM Mikro di Jakarta:

1. Kegiatan di tempat kerja/perkantoran

- Tempat kerja/kantor milik swasta, BUMN/BUMD dan milik pemerintah

- Pembatasan: 50% work from home (WFH) dan 50 % work from office (WHO)

 

2. Kegiatan pada sektor esensial

- Sektor energi, komunikasi, IT, keuangan, logistik, industri, perhotelan, pelayanan dasar, utilitas publik dan obyek vital nasional

- Tempat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, seperti pasar rakyat, toko swalayan, minimarket, supermarket, hypermarket dan perkulakan

- Tidak ada pembatasan, tetap beroperasi 100 % baik operasional maupun kapasitas

 

3. Kegiatan konstruksi

- Tetap beroperasi 100 %

 

4. Kegiatan restoran

- Tempat: warung makan, rumah makan, kafe, restoran, pedagang kaki lima/lapak jalanan pada lokasi binaan dan lokasi sementara

 

- Pembatasan:

* Makan/minum di tempat sebesar 50 %

* Dine-in sampai pukul 21.00 WIB

* Layanan makanan melalui pesan antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran

 

5. Kegiatan di pusat perbelanjaan/mal

- Pembatasan jam operasional sampai pukul 21.00 WIB

 

6. Kegiatan peribadatan

- Tempat ibadah masing-masing agama

- Pembatasan 50 % dari kapasitas tempat ibadah

 

7. Kegiatan pada pelayanan fasilitas kesehatan

- Tetap beroperasi 100 %

 

8. Kegiatan pada area publik dan tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan

- Beroperasi 50 %

 

9. Kegiatan belajar mengajar

- Sekolah: dilaksanakan secara daring dari rumah

- Perguruan Tinggi/Akademi: dilaksanakan secara daring/online atau luring/offline atau tatap muka, dibuka secara bertahap dengan protokol kesehatan yang ketat

 

10. Kegiatan pada moda transportasi

- Kendaraan umum, angkutan massal, taksi, dan kendaraan rental: maksimal penumpang 50%

- Ojek (online dan pangkalan): penumpang 100%.

 

11. Kegiatan seni, sosial dan budaya

- Area publik dan tempat yang menimbulkan kerumunan massa

- Beroperasi 25%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN