Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber: BSTV

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber: BSTV

Anies Jadikan Vaksinasi Sebagai Persyaratan Administrasi Berkegiatan di Jakarta

Sabtu, 31 Juli 2021 | 21:00 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id  - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya telah memutuskan agar vaksinasi Covid-19 menjadi persyaratan administrasi bagi warga masyarakat yang melakukan kegiatan atau aktivitas di Jakarta. Hal ini berarti warga yang bisa beraktivitas adalah mereka yang sudah divaksin Covid-19 minimal dosis 1.

“Kami memutuskan vaksin menjadi bagian dari tahapan untuk kegiatan di masyarakat, baik kegiatan ekonomi, keagamaan, sosial, budaya di Jakarta. Artinya apa? Sebelum kegiatan dimulai, maka pelaku di sektor itu, pelaku kegiatannya harus vaksin dulu,” ujar Anies melalui Youtube Pempro DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Karena itu, kata Anies, pembukaan aktivitas atau kegiatan akan diatur secara bertahap dan tahapan tersebut ada kaitannya dengan vaksinasi Covid-19. Sektor usaha apapun yang akan dibuka harus dipastikan bahwa para petugas dan pelanggannya harus sudah divaksin.

“Jadi, misalnya tukang cukur mau buka, boleh. Tapi tukang cukurnya vaksin dulu, dan yang mau cukur harus sudah vaksin. Warung, restoran mau buka, boleh. Tapi, karyawannya vaksin dulu. Yang mau makan di restoran juga harus sudah vaksin,” tandas Anies.

Begitu juga dengan kantor-kantor non-esensial, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, kata Anies, yang boleh buka jika sudah vaksin. Tahapan pembukaan diiringi dengan keharusan untuk melakukan vaksinasi pada semua pelakunya. Baik yang bekerja di tempat itu, maupun yang berkunjung.

Syarat vaksin sebagai administrasi berkegiatan ini, tutur Anies termasuk pada kegiatan keagamaan. Penyelenggaranya, maupun pesertanya, semua harus sudah melakukan vaksinasi.

“Bagaimana caranya untuk bisa memeriksa? Ada banyak cara, tapi salah satunya dengan menggunakan aplikasi JAKI. Dengan aplikasi ini, langsung terlihat apakah Anda sudah divaksin, apakah sudah divaksin satu kali, apakah sudah divaksin dua kali, apakah Anda belum vaksin, itu langsung terlihat. Ada juga, menggunakan SMS dari PeduliLindungi sebagai bukti vaksinasi. Juga ada sertifikasi digital dari Kementerian Kesehatan. Jadi banyak alat yang bisa digunakan untuk menunjukkan status vaksinasinya,” jelas Anies.

Lebih lanjut Anies mengatakan bagi warga yang baru sembuh dari Covid-19 dan belum bisa ikut vaksin, akan dibuat ketentuannya. Anies mencontohkan mereka membawa surat dari fasilitas kesehatan yang membuktikan bahwa penyintas Covid-19.

“Ketentuan ini juga akan ada bagi kelompok yang belum bisa vaksin karena kondisi kesehatan tertentu, cukup dengan surat keterangan dokter dari fasilitas kesehatan sebagai buktinya,” pungkas Anies.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN