Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. SUmber: BSTV

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. SUmber: BSTV

Anies: Kasus Covid-19 di Jakarta Berpotensi Melonjak Setelah Arus Balik

Jumat, 14 Mei 2021 | 14:31 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id   - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan, bahwa kasus Covid-19 berpotensi kembali melonjak setelah arus balik lebaran 2021. Pergerakan orang keluar masuk DKI Jakarta bisa membuat penularan Covid-19 semakin meluas.

“Kita semua menyadari bahwa tiap kali ada pergerakan penduduk yang cukup besar maka di pekan-pekan sesudahnya potensi terjadinya kenaikan kasus Covid-19 selalu ada,” ujar Anies usai rapat koordinasi bersama Forkopimda di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/5/2021).

Karena itu, kata Anies, Pemprov DKI Jakarta bersama Forkopimda proaktif mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta setelah arus balik lebaran. Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, tutur Anies, liburan panjang membuat pergerakan orang tinggi sehingga 2 pekan sesudahnya bisa terjadi lonjakan kasus Covid-19.

“Jadi kita tidak menunggu, tetapi justru proaktif memastikan bahwa semuanya bisa terkendali,” tandas Anies.

Antisipasi yang dilakukan Anies dan jajaran Forkopimda adalah melakukan pengetatan mobilisasi warga yang memasuki Ibu Kota untuk mencegah terjadinya laju kasus aktif Covid-19 selepas libur Idulfitri.

"Pertama, akan dilakukan dua langkah pengetatan pemantauan pergerakan penduduk yang masuk Jakarta. Yakni, melakukan screening di tiap pintu masuk menuju Jakarta bahkan Jabodetabek. Lalu, untuk kendaraan pribadi nanti akan dilakukan screening random bagi mereka yang masuk,” tutur Anies.

Anies juga menjelaskan bahwa setiap kendaraan umum, pesawat, kapal laut, serta kereta api memang sudah dilakukan random screening antigen sebelum berangkat. Sehingga, tindakan pencegahan bisa dilaksanakan secara efektif jika ada mobilisasi warga yang masuk kawasan Jakarta dan berpotensi membawa Covid-19 (orang tanpa gejala).

Setelah itu, pengendalian berlangsung di kawasan lingkungan warga untuk mendata warga yang telah memasuki kediaman masing-masing. Terkait hal ini, Anies menjabarkan, setiap Gugus Tugas Covid-19 di tingkat RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, Babinkamtibmas, dan Babinsa dapat berkolaborasi melakukan pendataan atas warga yang masuk ke wilayah terkait.

"Jadi, mereka akan melakukan monitoring sehingga seluruh warga yang datang akan dilakukan pemantauan, pengecekan kondisinya, serta dipastikan bahwa yang bersangkutan sehat, tidak bergejala, dan akan dilakukan tes rapid antigen. Intinya, ini dua lapis untuk screening, satu sebelum masuk, yang kedua ketika sudah sampai di tempat tinggal. Nanti kita akan ada aplikasi khusus yang digunakan oleh para ketua RT/RW untuk mereka melakukan pelaporan dua kali sehari atas kondisi di wilayahnya," jelas Anies.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN