Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anies Baswedan. Foto: IST

Anies Baswedan. Foto: IST

Tak Jadi Ibu Kota Lagi

Anies : Pembangunan Jakarta Justru Dipercepat

Lenny Tristia Tambun, Selasa, 27 Agustus 2019 | 11:00 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan rencana pembangunan di Jakarta justru dipercepat ketika tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

“Jadi Ibu Kota baru yang menjadi pusat pemerintahan memang direncanakan berada di Kalimantan Timur. Tetapi kegiatan pembangunan di Jakarta tidak otomatis berhenti. Justru akan dipercepat,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (27/8).

Diungkapkannya, saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan lokasi ibu kota yang baru, ia turut hadir dalam pertemuan tersebut. Namun, tidak ada pesan khusus disampaikan Presiden Jokowi kepadanya.

Ia pun menerima keputusan yang diambil Presiden Jokowi mengenai pemindahan ibu kota. Karena pemindahan ibu kota sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat.

“Oh tidak ada (pesan khusus-Red). Begini, kalau soal ibu kota, itu seluruhnya adalah kewenangan pemerintah pusat,” ujar Anies Baswedan.

Kendati demikian, pengembangan Kota Jakarta selagi tidak menjadi Ibu Kota Negara dibahas dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Selasa (20/8) pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, Jusuf Kalla membahas program urban regeneration di Jakarta. Dan oleh Presiden Jokowi ditegaskan program urban regeneration di Jakarta tetap jalan terus meski tak lagi menjadi ibu kota.

“Yang tadi sempat kita diskusikan adalah hasil pertemuan terakhir Selasa lalu di kantor Bapak Wakil Presiden yang membahas tentang program urban regeneration, yang tadi disebutkan oleh Bapak Presiden sebagai salah satu item bahwa rencana melakukan urban regeneration di Jakarta tetap jalan terus. Itu tetap jalan terus,” jelas Anies Baswedan.

Bahkan, Presiden Jokowi menargetkan pelaksanaan program urban regeneration ini harus rampung pada tahun 2030. Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga komitmen untuk pendanaannya.

“Kita targetkan sampai dengan tahun 2030, bahkan tadi komitmen pendanaannya pun disebutkan oleh Bapak Presiden. Jadi pendanaannya sekarang sedang dilakukan finalisasi di Kementerian Keuangan,” ungkap Anies Baswedan.

Dalam pelaksanakaan program urban regeneration ini akan dibagi menjadi tiga fase. Fase jangka pendek dari tahun 2019-2022, fase jangka menengah 2022-2025, dan fase jangka panjang 2025-2030.

“Jadi ada tiga fase. Sekarang ketiga fase itu sedang diterjemahkan dalam bentuk penganggaran. Nanti ketika sudah final semua, baru diumumkan,” papar Anies Baswedan.

Detail pembangunan untuk program ini akan disiapkan bersama-sama antara Pemprov DKI dengan Kementerian Keuangan melalui dua lembaganya, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII).

“Kemudian ada lagi dengan Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Perhubungan. Jadi itu yang dikerjakan sekarang,” jelas Anies Baswedan.

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA