Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BNPB sekaligus Ketua Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo. Sumber: BSTV

Kepala BNPB sekaligus Ketua Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo. Sumber: BSTV

Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19, Doni Monardo: Larangan Mudik Keputusan Tepat

Rabu, 5 Mei 2021 | 12:43 WIB
Maria Fatima Bona

 JAKARTA, investor.id - Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, keputusan pemerintah melarang mudik ini bukan hanya tepat, tetapi sangat tepat. 

Hal ini berkaca pada kenaikan kasus aktif dan angka kematian Covid-19 di Indonesia yang terjadi pada tahun lalu. Tepatnya Lebaran Idulfitri tahun lalu, liburan Agustus, Natal dan Tahun Baru. Adapun variasi angkanya antara 46% -75% untuk angka kematian. Kemudian,  untuk kasus aktifnya  dari posisi sekitar 70% sampai dengan 119%.

“Jadi sangat  tinggi sekali, setiap habis libur panjang diikuti dengan kenaikan kasus aktif, bertambahnya pasien di rumah sakit,  ruang perawatan ICU, isolasi lebih dari 80%.  Bahkan, para periode bulan Januari awal tahun yang lalu  beberapa provinsi lebih dari  100%,  sehingga pasien harus dibawa ke luar provinsi,” kata Doni pada acara  FMB9 yang digelar secara virtual dan bertajuk; “Jaga Keluarga,  Tidak Mudik”  pada Rabu (5/5/2021).

Doni juga menambahkan, angka kematian  setelah libur panjang sangat tinggi ini mencapai  250 kematian  per hari. Selain itu, para tenaga kesehatan (nakes)  seperti  para dokter  dan perawat   menjadi korban terpapar  Covid-19 karena merawat pasien.

“Jadi  pilihan  untuk larang mudik ini adalah pilihan yang sangat strategis  dan kita semuanya  harus  mengikuti keputusan ini. Ini adalah keputusan politik negara Kepala Negara adalah Bapak Presiden Jokowi,” tegas Doni.

Dikatakan Doni,  berdasarkan keputusan tersebut, tidak boleh satupun pejabat pemerintah yang berbeda narasinya. Selanjutnya, Doni juga mengatakan, untuk memberi pemahaman kepada masyarakat   pihaknya gencar melakukan sosialisasi  kepada masyarakat setiap saat, setiap jam, dan setiap menit, bahkan setiap detik.

“Lebih baik  hari ini kita lelah, dianggap cerewet daripada  korban Covid-19 berderet- deret  karena sudah tidak ada lagi pilihan  lain, karena masyarakat yang ingin  mudik pun masih ada 7%, masih nekat,” ucapnya.

Doni menyebutkan, terdapat 7% dari 270 juta penduduk Indonesia  tentu jumlahnya sangat besar, yakni 18,9  juta orang. 

“Tugas kita mengurangi angka ini sekecil mungkin. Oleh karenanya sekali lagi seluruh pihak baik di pusat, daerah, sampai  dengan di tingkat  desa dan kelurahan mari bekerja keras  untuk mengingatkan masyarakat kita  jangan mudik,” tukas Doni.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dengan menahan diri untuk tidak mudik. Pasalnya, apabila hal ini dibiarkan dipastikan akan terjadi penularan Covid-19   oleh mereka yang datang  dari  luar   kampung halaman.

Apalagi setiap daerah belum tentu memiliki rumah sakit yang memadai serta belum ada  dokter untuk merawat,  sehingga  yang terpapar Covid-19 bisa menjadi fatal, yakni bisa mengakibatkan kematian. Hal ini  yang dialami oleh banyak daerah pada  pada tahun lalu.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN