Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19, Wiku Imbau Pemda Tingkatkan Pengawasan Prokes

Rabu, 20 Oktober 2021 | 18:58 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Untuk mencegah terjadi penularan, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengimbau pemerintah daerah (pemda ) melakukan pengawasan protokol kesehatan (prokes).

“Pengawasan prokes  di masyarakat merupakan otoritas dari Satgas Covid-19 Daerah setempat. Khususnya pada area tempat tinggal dan fasilitas publik, Satgas yang ada di dalamnya punya andil khusus dalam mengawasi kegiatan di dalamnya,” kata Wiku saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (20/10/2021).

Penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  di setiap daerah tentu  berdampak pada peningkatan mobilitas. Hal ini berpotensi meningkatkan penularan kasus Covid-19

Sebelumnya, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Kaliaga Ginting mengatakan, mencegah terjadinya penularan Covid-19 pada saat libur memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada besok hari, Rabu (2020/10/2021), pemerintah daerah (pemda) diminta harus mengantisipasi agar tidak terjadi kerumunan. Dalam hal ini, pemda diminta dapat mengantisipasi agar tidak terjadi kemacetan dalam berlalu lintas.

“Kalau ada kemacetan berpotensi terjadi kerumunan karena mereka (masyarakat) akan berhenti turun dari kendaraan. Kemudian, ada penjual, pedagang asongan, dan segala macam. Ini harus diantisipasi,” kata Alexander  saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (19/10/2021).

Alexander juga menyebutkan, perlu diantisipasi karena keputusan pemerintah pusat dalam memindahkan libur Maulid Nabi seharusnya pada hari ini, Selasa (19/10/2021) menjadi Rabu (20/10/2021), karena mempertimbangkan weekend yang berdekatan dengan libur nasional.

“Libur Maulid Nabi ini digeser juga mempertimbangkan weekend agar tidak berdekatan dengan Selasa, karena kalau dekat nanti menjadi libur panjang tentu ongkos. Ongkos kerugian akibat terinfeksi,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia menyebutkan perlu adanya upaya-upaya untuk melakukan pengawasan dan pengendalian dari setiap pemda secara berjenjang mulai dari desa dan kelurahan sampai kabupaten/kota.

Untuk itu, Alexander mengimbau masyarakat untuk tidak beruforia karena ancaman penularan Covid-19 masih berada di sekitarnya, meski angka positivity rate Covid-19 saat ini sudah di bawah 2%.

“Kita enggak boleh euforia walaupun positivity rate di bawah 2%, tetapi tetap aja virus berpotensi untuk bisa menularkan dengan cepat. Jadi kita lengah dalam sekejap naik bisa jadi 5% dan seterusnya seperti terjadi di Singapura,” ucapnya.

Pada kesempatan sana, Alexander juga mendorong pemda untuk meningkatkan laju vaksinasi supaya mencakup semua terutama kelompok rentan seperti orang termasuk lansia, disabilitas komorbid dan anak peserta didik.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN