Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo (dua kiri) memberikan arahan saat kunjungan ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/5/2021).

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo (dua kiri) memberikan arahan saat kunjungan ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/5/2021).

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Doni Monardo Tinjau RSDC Wisma Atlet

Kamis, 20 Mei 2021 | 18:17 WIB
Hendro Situmorang

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan antisipasi lonjakan kasus Covid pasca libur lebaran 1442 Hijriah.

Berkaca dari tahun sebelumnya, angka kasus Covid-19 mengalami kenaikan yang cukup signifikan pasca libur lebaran. Meski pemerintah secara resmi telah mengeluarkan larangan mudik bagi para warga yang hendak melakukan perjalanan ke kampung halaman, masih ada yang nekat melakukan hal tersebut.

Tren kenaikan jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit akan bertambah setiap akhir libur lebaran. Ketika pasien di rumah sakit bertambah, akan diikuti dengan angka kematian yang cukup tinggi. Hal ini akan berdampak kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Dokter yang merawatnya.

Dalam kunjungannnya, Doni memastikan jumlah tenaga medis cukup untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Doni menyampaikan, diperlukan kerja keras untuk mengurangi jumlah pasien yang dirawat dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mematuhi protokol kesehatan dan melakukan karantina mandiri selama 5x24 jam bagi mereka yang melakukan perjalanan.

"Kita semua harus bekerja keras untuk mengurangi jumlah pasien yang dirawat untuk antisipasi lonjakan kasus. Salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan dan melakukan karantina mandiri usai melakukan perjalanan," kata Doni dalam keterangannya, Kamis (20/5).

Dia mengungkapkan, strategi lainnya adalah apabila terdapat 5 rumah dalam 1 RT positif Covid-19, Posko PPKM mikro di tingkat kelurahan berinisiatif melakukan mikro lockdown. Diharapkan dengan melaksanakannya secara disiplin, maka kekhawatiran terhadap angka kenaikan kasus Covid-19 bisa dihindari.

 

Arus Mudik Gelombang Kedua

Dengan berakhirnya larangan mudik, menurut Doni, terdapat potensi terjadinya kegiatan mudik gelombang kedua. Masih ada sebagian besar warga berpotensi melakukan perjalanan ini.

“Dihimbau kepada seluruh daerah untuk memperhitungkan seluruh risiko yang terjadi akibat mobilisasi warga yang besar, khususnya bagi daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah masing-masing,” tegas dia.

Tidak hanya di RSDC Wisma Atlet saja, menurut Doni, Satgas sudah berkordinasi secara nasional dengan seluruh pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan untuk memastikan bahwa seluruhnya harus siap untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Dalam kunjungan ini, Doni Monardo turut didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, juru bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Wiku Adisasmito, dan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) M Adib Khumaidi.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN