Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko PMK Muhadjir Effendy. Sumber: BSTV

Menko PMK Muhadjir Effendy. Sumber: BSTV

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Jadwal Libur Nasional 2021 Digeser

Minggu, 20 Juni 2021 | 10:19 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah menggeser agenda hari libur nasional 2021 yakni Tahun Baru Islam 1443 Hijriah, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta meniadakan cuti bersama perayaan Natal.

Keputusan itu dituangkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendayagunaan Aparatur Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Menteri Tenaga Kerja serta Menteri Agama.

“Kebijakan ini sesuai arahan Presiden untuk mengantisipasi wabah Covid-19 sehingga ada peninjauan ulang libur dan cuti bersama,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam agenda konferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat (18/6).

Muhadjir mengatakan, libur Tahun Baru Islam 1443 Hijriah/ 2021 Masehi yang jatuh pada Selasa (10/7) digeser waktunya menjadi Rabu (11/7). Untuk libur Maulid Nabi Muhammad SAW 2021 yang semula berlangsung pada Selasa (19/10) digeser menjadi Rabu (22/10).

Sedangkan libur cuti bersama Natal 2021 pada Jumat (24/12), kata Muhadjir, ditiadakan. “Namun pada tanggal 25 Desember 2021 tetap libur satu hari,” katanya.

Muhadjir mengatakan pergeseran hari libur nasional dilakukan dengan mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19 yang belum selesai di Tanah Air.

“Harus dipahami, pemerintah juga harus memahami psikologis umat beragama. Hari libur tetap diberikan sebagai bentuk penghargaan pada umat beragama,” katanya.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menegaskan, peningkatan kasus Covid-19 di Tanah Air karena mobilitas masyarakat pada awal Lebaran dan pasca-Lebaran. Nadia menjelaskan, mobilitas masyarakat tinggi menjadi penyebab utama, bukan karena ada-nya varian baru Covid-19. Pasalnya, varian baru ini menyebar luas karena mobilitas dari masyarakat.

“Bukan karena varian baru. Peningkatan kasus itu karena mobilitas saat awal Lebaran dan pasca-Lebaran dan protokol kesehatan yang kendur. Nah ini sudah laju peningkatan kasus terus ditambah varian baru,” kata Nadia saat dihubungi Beritasatu. com, Jumat (18/6).

Oleh karena itu, untuk mencegah penularan Covid-19, Nadia mengimbau masyarakat meningkatkan ptoyokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Dikatakan dia, patuh prokes masih sangat efektif mencegah penularan Covid-19 termasuk varian baru.

Diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kepada awak media di Jakarta, Jumat (18/6), menginformasikan kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 12.990 orang, sehingga mencapai 1.963.266 orang hingga 18 Juni 2021.

Jakarta merupakan wilayah dengan penambahan terbanyak jumlah kasus positif Covid-19, yakni 4.737 atau 36,47% dari jumlah keseluruh-an penambahan pada 18 Juni 2021. Disusul Jawa Barat sebanyak 2.791 (21,48%), Jawa Tengah 1.331 (10,25%), Jawa Timur 731 (5,63%), Yogyakarta 592 (4,56%), dan Riau sebanyak 353 (2,72%).

Sedangkan kasus sembuh Covid-19 mengalami penambahan 7.907 orang menjadi 1.779.127 orang. Sementara kasus meninggal akibat Covid-19 bertambah 290 orang menjadi 54.043 orang. Penambahan terbanyak kasus sembuh Covid-19 terdapat di DKI Jakarta, yakni 2.517 atau 31,83%dari jumlah keseluruhan penambahan pada 18 Juni 2021, disusul Jawa Barat 1.292 (16,34%), Jawa Tengah 790 (9,99 %), Jawa Timur 408 (5,16%), dan Riau 366 atau 4,63%.

Kasus meninggal akibat Covid- 19 bertambah 290 menjadi 54.043 orang. Satgas mengatakan ada penambahan kasus aktif Covid-19 sebanyak 4.793,

 sehingga total menjadi 130.096. Sementara untuk kasus suspek Covid-19 ada 111.635 orang.

Sementara itu, secara akumulatif, jumlah kasus positif Covid-19 paling banyak terdapat di DKI Jakarta (463.552), disusul Jawa Barat (340.455), Jawa Tengah (223.076), Jawa Timur (162.116), Kalimantan Timur (73.363), dan Sulawesi Selatan (62.878).

Data akumulatif juga menunjukkan jumlah kasus sembuh Covid-19 terbanyak di DKI Jakarta (431.004), disusul Jawa Barat (309.184), Jawa Tengah (190.857), Jawa Timur (145.976), Kalimantan Timur (70.323), dan Sulawesi Selatan (61.337).

ASN Dilarang Ajukan Cuti

Men-PANRB Tjahjo Kumolo. Sumber: BSTV
Men-PANRB Tjahjo Kumolo. Sumber: BSTV

Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang mengajukan cuti kerja yang berdekatan dengan hari libur nasional 2021, ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

“ASN itu sesuai ketentuan mempunyai hak cuti perorangan, tetapi kami putuskan bahwa demi kemaslahatan dalam konteks pandemi Covid-19, bahwa hak cuti ASN itu untuk sementara ditiadakan,” katanya dalam konferensi pers secara virtual yang dipantau di Jakarta, Jumat (18/6).

Peniadaan hak cuti kerja yang dimaksud, adalah larangan bagi ASN menjalani cuti kerja berturut- turut dengan memanfaatkan momentum hari libur nasional.

“Yang dimaksud ditiadakan, jangan sampai Sabtu libur, Minggu libur, hari besar keagamaan libur.Terus nanti semua ASN minta cutinya hari Senin, ini dilarang cari cuti hari lain saja,” katanya.

Tjahjo mengatakan pemerintah telah menghilangkan istilah cuti bersama pada 2021 agar ASN dapat berkonsentrasi untuk kesehatan masyarakat.

“Sebagaimana arahan Presiden bahwa semua untuk menjaga kesehatan masyarakat dari pandemi Covid-19,” katanya. (b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN