Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Marves Luhut B Pandjaitan umumkan PPKM, Senin (20/9/2021). Sumber: BSTV

Menko Marves Luhut B Pandjaitan umumkan PPKM, Senin (20/9/2021). Sumber: BSTV

Antisipasi Penularan Covid-19, TNI-Polri Dikerahkan Awasi Jalur Tikus

Senin, 20 September 2021 | 19:24 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan mengerahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengawasi ratusan jalur tikus, baik di darat maupun laut untuk mencegah penularan Covid-19.

"TNI dan Polri akan ditugaskan untuk meningkatkan pengawasan di jalur-jalur tikus, baik di darat maupun laut, yang jumlahnya mencapai beberapa ratus," kata Luhut saat memberikan keterangan pers secara daring, pada Senin (20/9/2021).

Ia mengatakan, pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas karantina dan testing, terutama di pintu masuk darat, yaitu di Aruk, Entikong, Nunukan, dan Motaain.

Selain menetapkan empat daerah itu sebagai pintu masuk jalur darat, pemerintah juga telah menetapkan pintu masuk udara, yaitu di Jakarta dan Manado, Sulawesi Utara. Untuk laut hanya di Batam dan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

"Ini kita belajar dari peristiwa yang lalu, dimana kita juga melakukan kesalahan. Kita tidak mau mengulangi kesalahan itu lagi. Proses karantina juga dilakukan secara ketat tanpa terkecuali dengan waktu karantina 8 hari, melakukan PCR sebanyak 3 kali," kata Luhut.

Luhut mengatakan, saat ini situasi Covid-19 terus menunjukkan perbaikan dan hasil estimasi dari tim epidemiolog Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) menunjukkan carrier produksi efektif Indonesia untuk pertama kalinya, selama pandemi ini sudah berada di bawah 1, yaitu sebesar 0,98.

Angka ini berarti setiap kasus Covid-19, rata-rata menularkan kepada 0,98 orang atau jumlah kasus akan terus berkurang.

"Angka ini dapat diartikan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia telah terkendali. Ini penilaian dari tim penasihat kami," jelas Luhut.

Ia mengatakan, pada hari ini jumlah kasus baru kasus Covid-19 sebanyak 1.932, kasus sembuh 6.799, dan meninggal 166, dengan testing lebih dari 150 ribu orang.

"Jadi, saya dapat katakan bahwa angka ini adalah hasil kerja keras semua tim sehingga membuahkan hasil yang cukup menggembirakan," katanya.

Luhut mengatakan, saat ini pemerintah jauh lebih siap dibandingkan empat bulan lalu, saat negeri ini diterpa varian Delta. Selain itu, lanjutnya, capaian kasus positif harian juga menunjukkan tren membaik.

"Secara nasional, hari ini adalah di bawah 2.000 kasus. Dan, kasus aktif juga sudah kurang dari 60 ribu, atau tepatnya 57.000. Kasus aktif juga sudah lebih rendah dari 60 ribu. Kasus harian turun hingga 98% dari titik puncaknya, pada 15 Juli 2021," jelas Luhut.

Menurut Luhut, berdasarkan perbaikan tersebut membuat tidak ada lagi kabupaten/kota di Pulau Jawa-Bali yang menerapkan PPKM Level 4. "Jadi semua sudah berada di Level 3 dan Level 2. Berbagai capaian harus kita syukuri," ujarnya.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN