Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Satu botol vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca- Oxford.  Foto ilustrasi: Geoff Caddick / AFP

Satu botol vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca- Oxford. Foto ilustrasi: Geoff Caddick / AFP

AstraZeneca Klaim Miliki Kemanjuran 76% Tangkal Covid-19

Selasa, 9 Maret 2021 | 13:37 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Sewhan Chon mengatakan, vaksin Covid-19 Astrazeneca telah terbukti dapat ditoleransi dengan baik dan efektif dalam mencegah Covid-19 dengan gejala.

Ia menyebutkan, vaksin Astrazeneca  memiliki kemanjuran 76% terhadap Covid-19 dengan gejala dalam 90 hari pertama setelah vaksinasi, tanpa penurunan perlindungan yang signifikan selama periode  tersebut.

“Kemanjuran vaksin setelah dosis kedua lebih tinggi apabila diberikan dengan interval yang lebih lama, mencapai 81,3% apabila interval pemberian dosis pertama dan kedua 12 minggu atau lebih,” ucap Sewhan  dalam  keterangan pers diterima Beritasatu.com, Selasa (9/3/2021).

Sewhan juga menyebutkan, hasil uji klinis telah mengkonfirmasi vaksin Covid-19 Astrazeneca mampu 100% mencegah terjadinya penyakit parah, rawat inap, dan kematian, lebih dari 22 hari setelah dosis pertama diberikan. 

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa vaksin mengurangi penularan virus tanpa gejala secara signifikan hingga dua pertiga, berdasarkan swab test mingguan yang dilakukan pada sukarelawan dalam uji coba di Inggris.

Sewhan  juga mengatakan, vaksin Covid-19 AstraZeneca ditemukan bersama oleh Universitas Oxford dan perusahaan spin-out nya, Vaccitech. Vaksin ini menggunakan vektor virus simpanse yang tidak bereplikasi berdasarkan versi yang dilemahkan dari virus flu biasa atau adenovirus. Yang  mana  menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik dari protein spike virus SARS-CoV-2. Setelah vaksinasi, protein permukaan spike diproduksi, yang mempersiapkan sistem kekebalan untuk menyerang virus SARS-CoV-2 jika kemudian menginfeksi tubuh.

“EUL WHO  (Emergency Use Listing ,red) ini didasarkan pada hasil analisis kemanjuran gabungan dari 11.636 peserta penelitian berusia 18 tahun ke atas, menghasilkan 131 infeksi Covid-19-19 dengan gejala dari  Inggris dan Brasil, dalam uji klinis Fase III yang dilakukan oleh Universitas Oxford, “ paparnya.

Ia menyebutkan, keamanan keseluruhan didasarkan pada analisis sementara dari data yang dikumpulkan dari empat uji klinis yang dilakukan di Inggris, Brazil, dan Afrika Selatan yang mencakup 23.745 peserta berusia 18 tahun ke atas.

Vaksin Covid-19-19 Astrazeneca dapat ditoleransi dengan baik dan tidak ada kejadian keamanan serius yang dikonfirmasi terkait dengan vaksin tersebut. Para peserta berasal dari berbagai kelompok etnis dan geografis yang sehat atau memiliki kondisi medis awal yang stabil.

Selain program yang dipimpin oleh Universitas Oxford, Astrazeneca pun sedang melakukan uji coba besar di AS dan juga global. Secara total, Universitas Oxford dan Astrazeneca berharap dapat menyertakan hingga 60.000 peserta penelitian secara global.

“Vaksin Covid-19 Astrazeneca telah diberikan otorisasi pemasaran bersyarat atau penggunaan darurat di lebih dari 50 negara, dengan WHO EUL sekarang mempercepat jalur akses di hingga 142 negara melalui fasilitas Covax,” ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN