Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bambang Apresiasi Langkah KPK Soal Angelina-Miranda

Sabtu, 4 Februari 2012 | 05:24 WIB
Antara (redaksi@investor.id)

JAKARTA-Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi atas ditetapkannya Angelina Sondakh dan Miranda Gultom sebagai tersangka dalam kasus Wisma Atlet SEA Games dan cek pelawat.

"Dengan ditetapkannya Miranda Gultom dan Angelina Sondakh, KPK telah memberikan harapan baru dan titik terang bagi kasus cek pelawat dan kasus Wisma Atlet, tinggal kasus Bank Century," kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Jumat (3/2).

Menurut Bambang, penetapan Angelina Sondakh sebagai tersangka oleh KPK menunjukkan keseriusan untuk menyelesaikan kasus besar. Karena itu hal ini perlu diberikan apresiasi.

Bambang mengimbau semua pihak untuk menjaga momentum ini. Menurut Bambang, hal ini memperlihatkan bahwa KPK mulai menunjukkan keberaniannya lagi.

Bambang percaya bahwa momentum ini merupakan harapan seluruh rakyat, karena ternyata pisau hukum di tangan KPK yang baru ini bisa juga tajam ke atas.

"Tinggal satu lagi pekerjaan rumah KPK yang sangat ditunggu-tunggu publik. Yakni kasus Bank Century," katanya.

Dengan pernyataan baru BPK bahwa kasus Bank Century terindikasi merugikan keuangan negara, maka tidak sulit bagi KPK untuk segera meningkatkan status kasus Bank Century dari penyelidikan ke penyidikan sekaligus menetapkan calon tersangkanya.

Dari sembilan temuan audit investigasi BPK, paling tidak dua pihak sudah bisa dijerat, yakni oknum BI dan oknum LPS.

Berikut 9 temuan BPK terhadap aksus tersebut: 1. Bank Indonesia (BI) tidak tegas dan hati-hati menerapkan aturan akuisisi 2. BI tidak tegas atas pelanggaran Bank Century pada 2005-2008 3. BI diduga mengubah persyaratan CAR supaya Bank Century bisa memperoleh Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek 4. Keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan terkait penanganan Century tidak berdasarkan data yang lengkap, mutakhir dan terukur.

5. Kelembagaan Komite Koordinasi saat penyerahan Bank Century pada 21 Nov 2008 belum dibentuk berdasarkan UU.

6. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diduga merekayasa peraturan supaya Bank Century memperoleh tambahan dana.

7. Selama Century dalam pengawasan khusus, ada penarikan dana Rp 938,6 miliar yang melanggar aturan BI 8. Dana talangan disalahgunakan Robert Tantular 9. Pemegang saham, pengurus, dan pihak terkait diduga melakukan praktik perbankan tidak sehat. (ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN