Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa

Bappenas: Ada 80 Calon Nama IKN Sebelum Diputuskan Nusantara

Senin, 17 Januari 2022 | 17:00 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id   - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan ada sekitar 80 calon nama yang muncul untuk Ibu Kota Negara (IKN) baru sebelumnya akhirnya diputuskan Presiden Joko Widodo dengan nama 'Nusantara'.

"Ada sekitar 80-an lebih tetapi kemudian akhirnya dipilih kata nusantara," ujar Suharso saat rapat panja dengan DPR di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/1/2022).

Selain Nusantara, kata Suharso, muncul calon nama lain, seperti Negara Jaya, Nusantara Jaya, Nusa Karya, Nusajaya, Pertiwipura, Wanapura, Cakrawala, dan Kertanegara. Suharso mengatakan pihaknya meminta pendapat dari para pakar termasuk pakar bahasa dan pakar atau ahli sejarah.

"Termasuk kami panggil para ahli bahasa, ahli sejarah, kemudian mereka yang punya otoritas untuk memberikan knowledge kepada kami, para pakar itu, utk memilih kata-kata yang paling tepat," terang Suharso.

Sebelumnya, Suharso Monoarfa mengungkapkan nama Ibu Kota negara (IKN) baru pilihan Presiden Joko Widodo. Berdasarkan hasil komunikasi dengan Jokowi, kata Suharso, nama yang dipilih Jokowi adalah Nusantara.

"Beliau (Jokowi) mengatakan ibu kota negara ini namanya Nusantara," ujar Suharso

Suharso menjelaskan alasan Jokowi memberikan nama Nusantara untuk IKN baru. Menurut dia, nama tersebut menggambarkan Indonesia dari dulu sampai sekarang.

"Alasannya adalah Nusantara sudah dikenal sejak dulu dan ikonik di internasional, mudah dan menggambarkan kenusantaraan kita semua, Republik Indonesia, dan saya kira kita semua setuju dengan istilah Nusantara itu," terang Suharso.

Lebih lanjut, Suharso mengatakan 'Nusantara' untuk IKN baru tersebut sebenarnya sudah dimasukkan dalam surpres RUU IKN yang dikirim pemerintah kepada DPR pada 29 September 2021 lalu. Namun, nama tersebut, kata dia, ditahan dan baru dikonfirmasi lagi pada Jumat (14/1/2022).

"Dan ini saya baru mendapatkan konfirmasi langsung dan perintah langsung dari Bapak Presiden itu pada hari Jumat. Jadi ini sekarang hari Senin, pada hari Jumat lalu," pungkas Suharso. (YUS)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN