Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PPATK

PPATK

Bareskrim Serahkan Kasus Temuan PPATK soal Transaksi Keuangan Narkotika Rp 120 T ke Penyidik Lain

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:00 WIB
Bayu Marhaenjati

JAKARTA, investor,id  - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terkait temuan transaksi keuangan jual-beli narkoba senilai Rp 120 triliun dalam kurun waktu lima tahun, sepanjang 2016 hingga 2020. Temuan itu telah diserahkan kepada penyidik lain bukan ke Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Tapi apabila nanti temuan itu diserahkan kembali ke Bareskrim, maka Bareskrim siap menindaklanjuti.

"Terkait adanya rekening Rp 120 T yang dicurigai sebagai hasil transaksi narkoba sudah diserahkan PPATK ke penyidik lain, bukan ke penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Manakala diserahkan ke kami, maka siap untuk ditindaklanjuti," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar, Selasa (12/10/2021).

Krisno tidak menjelaskan siapa penyidik lain yang dimaksud. Kendati demikian, Dittipidnarkoba dan PPATK tetap terus berkoordinasi serta sepakat akan meningkatkan kerja sama dalam penanganan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait pemberantasan peredaran gelap narkotika.

"Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan PPATK bersepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam pemberantasan peredaran gelap narkoba melalui optimalisasi penyidikan TPPU," ungkapnya.

Krisno menyampaikan, salah satu bentuk kerja samanya, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan PPATK bakal menelusuri TPPU terkait pengungkapan kasus dua pabrik obat keras ilegal, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akhir September 2021.

"Dittipidnarkoba Bareskrim Polri akan bekerjasama dengan PPATK untuk penyidikan TPPU pada produksi atau peredaran gelap obat-obat keras ilegal di dua TKP, di wilayah DIY," katanya.

Diketahui sebelumnya, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae mengungkapkan, PPATK menemukan transaksi keuangan terkait jual beli narkoba yang angkanya mencapai Rp 120 triliun, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Rabu (29/9/2021) lalu.

Temuan PPATK ini, bisa diartikan sebagai suatu kondisi luar biasa mengkhawatirkan yang terjadi di Indonesia, dan harus ditangani secara komprehensif.

Dijelaskan, temuan transaksi keuangan jual-beli narkoba senilai Rp 120 triliun itu terjadi dalam kurun waktu lima tahun, sepanjang 2016 hingga 2020.

Aliran keuangan itu berasal dari analisis dan pemeriksaan terhadap 1.339 individu dan korporasi yang memiliki aliran transaksi keuangan mencurigakan terkait tindak pidana narkoba. Transaksi itu tidak terbatas berada di dalam negeri, karena dalam kasus peredaran gelap narkotika melibatkan sindikat baik di dalam maupun luar negeri.

Disebutkan, hingga saat ini aparat penegak hukum telah menindaklanjuti sebanyak 45% dari temuan tersebut.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN