Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito

Belum Ada Pengetatan Angkutan Massal Meski Kasus Covid-19 Naik

Rabu, 26 Januari 2022 | 13:15 WIB
Hendro Situmorang

JAKARTA, investor.id  - Kasus harian Covid-19 terus menaik dalam beberapa hari terakhir. Per kemarin tanggal 25 Januari 2022 sudah mencapai angka 4.878. DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sampai kemarin masih menjadi penyumbang terbanyak kasus Covid-19. Meski demikian belum ada kebijakan pengetatan angkutan massal.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan kota/kabupaten penyumbang terbesar kasus baru masih didominasi wilayah aglomerasi yakni Bogor Depok Tangerang (Bodetabek).

"Meski begitu, hingga saat ini belum ada pengetatan ataupun pembatasan pada angkutan massal. Namun terkait aturan perjalanan, sejauh ini masih mengaju Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 22 Tahun 2021," katanya menjawab pertanyaan Beritasatu.com, Rabu (26/1/2022).

Menurutnya, khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat baik menggunakan kendaraan pribadi atau umum dan kereta api seperti KRL maupun MRT dalam satu wilayah atau kawasan aglomerasi perkotaan, dikecualikan dari persyaratan perjalanan.

Namun sebagai bentuk kehati-hatian, maka pemerintah menerapkan skrining kesehatan saat memasuki kawasan atau mengakses fasilitas publik dengan wajib menggunakan PeduliLindungi.

“Namun sebagai bentuk kehati-hatian, skrining kesehatan elektronik menggunakan PeduliLindungi wajib digunakan sebagai syarat memasuki kawasan fasilitas publik,” ujarnya.

Dia pun mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan kasus.

“Pemerintah terus memantau perkembangan kasus untuk melakukan penyesuaian ke berbagai operasional sektor sosial masyarakat,” pungkasnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN