Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Berisiko Mudah Infeksi

Minggu, 4 November 2018 | 18:28 WIB

Selain itu, lanjut dr Uf, kehamilan remaja juga berisiko sang ibu mudah terjadi infeksi. Keadaan gizi buruk, tingkat sosial ekonomi rendah, dan stres memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih ketika masa nifas.

Risiko lainnya adalah anemia kehamilan atau kekurangan zat besi. Kondisi anemia saat hamil di usia muda disebabkan kurangnya pengetahuan akan pentingnya gizi. Karena itu, pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. Padahal, tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah, membentuk sel darah merah janin, dan plasenta.

“Lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis,” jelas dia.

Keracunan kehamilan atau gestosis juga menjadi risiko pada kehamilan remaja. Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.

Risiko terakhir adalah kematian ibu yang tinggi. Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan oleh perdarahan dan infeksi. Selain itu, angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional, contohnya dukun.

“Untuk mencegah hal itu, pentingnya sex education atau suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan benar. Informasi itu meliputi proses terjadinya pembuahan, kehamilan sampai kelahiran, tingkah laku seksual, hubungan seksual, dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaan dan kemasyarakatan serta pendidikan dari orang tua,” jelas dr Uf. (bersambung)

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/family/edukasi-perlu-ditingkatkan/182249

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN