Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wiku Adisasmita, Ketua Tim Pakar. Sumber: BSTV

Wiku Adisasmita, Ketua Tim Pakar. Sumber: BSTV

Bertambah Dua Kali Lipat, Zona Hijau Menipis

Rabu, 2 Desember 2020 | 05:36 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan zona merah Covid-19 di Indonesia bertambah hampir dua kali lipat, sedangkan jumlah zona hijau menipis.

Menurut data satgas, terjadi peningkatan kasus positif sebesar 19,8 % pada 22-29 November 2020, yaitu dari 30.555 kasus pada 15-22 November 2020 menjadi 36.600 pada 22-29 November 2020.

Hal itu mengakibatkan ada 50 kabupaten/kota berada di zonamerah dibanding pekan lalu 28 kabupaten/kota.

“Saya sangat kecewa karena pada minggu ini jumlah kabupaten/ kota yang berzona merah bertambah hampir dua kali lipat dari minggu sebelumnya. Selain itu jumlah daerah yang berada di zona hijau pun semakin menipis,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Graha BNPB Jakarta, Selasa (1/12).

Selanjutnya di zona oranye menjadi 374 kabupaten/kota dibanding pekan lalu 345 kabupaten/ kota, zona kuning menjadi 75 kabupaten/kota dibanding pekan sebelumnya 121 kabupaten/kota, zona hijau 15 kabupaten kota dibanding sebelumnya 20 kabupaten/kota.

“Kami berharap data ini bisa menjadi cermin bagi kita semuanya, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk merefleksikan komitmen kita dalam pengendalian Covid-19,” ucap Wiku.

Sementara terkait kondisi kematian, angka kematian pada 22-29 November 2020 mengalami kenaikan sebesar 35,6% atau dari 626 menjadi 835 kematian dalam satu minggu.

Jawa Tengah menjadi provinsi dengan angka kematian tertinggi dalam waktu satu minggu dari 82 menjadi 196 kematian, disusul Jawa Timur dari 134 menjadi 224 kematian, Banten dari 0 menjadi 17 kematian, Kalimantan Timur dari dua menjadi 18 kematian dan KepulauanRiau naik dari tiga menjadi 15 kematian.

“Ini bukan prestasi yang baik, kenaikan kematian menunjukkan treatment di fasilitas kesehatan belum memadai ini harus jadi perhatian kita semua,” ucap Wiku.

Keadaan tersebut, menurut Wiku, harus menjadi cambukan keras untuk terus memperbaiki diri.

“Bagi masyarakat jangan pernah abai karena cepat atau lambat Anda akan menjadi penderita COVID-19 jika lengah dalam memproteksi diri atau lingkungan atau pun keluarga Anda. Untuk pemerintah daerah dan jajarannya, harap bisa segera melakukan evaluasi terhadap kedisiplinan 3M dan penegakannya di daerah maupun pelaksanaan 3T di berbagai tatanan kesehatan daerah,” kata Wiku.

Bila kepala daerah mengalami kendala yang cukup sulit, ujarnya, maka dapat mengoordinasikan dengan pemerintah pusat dan satgas pusat.

“Saya juga apresiasi kepada Provinsi Jambi dan Kepulauan Bangka Belitung yang berhasil keluar dari lima provinsi dengan angka kematian tertinggi pada minggu ini. Harus saya tekankan bahwa satu korban jiwa yang meninggal adalah nyawa yangsangat berharga,” kata Wiku.

Mampu Kendalikan Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah optimistis dalam pengendalian pandemi Covid-19. Optimisme itu didasari sejumlah angka-angka indikator pengendalian Covid-19 di Indonesia yang makin membaik.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi dalam arahannya pada sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, (1/12).

Sidang kabinet paripurna tersebutdigelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Melihat ini (angka-angka indikator), sebetulnya kita sangat optimistis dalam pengendalian Covid ini. Tetapi kemarin saya sampaikan, saya memang kalau ada peningkatan sedikit saja pasti saya akan berikan warning secara keras karena kita enggak mau ini keterusan. Jadi saya ingatkan itu karena memang ada kenaikan sedikit, itu yang harus segera diperbaiki,” ujar Presiden.

Kepala Negara memaparkan sejumlah angka indikator penanganan Covid-19. Per 30 November 2020, tingkat kesembuhan di Indonesia berada di angka 83,6% . Angka tersebut jauh lebih baik dari rata-rata angka kesembuhan dunia yang berada di angka 69,03%.

“Kemudian yang berkaitan dengan kasus aktif, angka kasus aktif di Indonesia sekarang ini 13,25%. Ini juga jauh lebih baik dari angka rata-rata kasus aktif dunia yaitu di angka 28,55%,”lanjutnya.

“Artinya setiap bulan semakin baik. Hanya yang masih belum dan perlu terus kita perbaikiyaitu di angka kematian, itu kita  masih di 3,1%, angka kematian dunia 2,32%,” jelas Presiden Jokowi.

Diketahui, secara nasional jumlah pasien Covid-19 bertambah sebanyak 5.092 orang dari 51.232 spesimen dengan jumlah kasus kumulatif sebanyak 543.975 orang.

Mengacu data kasus pasien Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Selasa (1/12), jumlah kumulatif kasus sembuh sebanyak 454.879 orang atau tingkat kesembuhan 83,6%.

Adapun penambahan kasus sembuh per hari ini sebanyak 4.361 pasien sembuh.

Sementara total kasus meninggal dunia sebanyak 17.981 jiwa setelah hari ini bertambah 135 Orang. Adapun kasus total kasus akif mencapai 72.015 orang atau 13,2%.

Satgas Covid-19 telah memeriksa 3.865.412 spesimen. Dari total itu, 3.321.437 atau 85,9$ spesimen negatif. Smentara kasus suspek mencapai 71.286.

Kasus Covid-19 sudah menyebar ke 505 kabupaten/kota dengan 308 transmisi lokal. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN