Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wali Kota Bogor Bima Arya saat memimpin Apel Sinergitas Mengabdi Melawan Covid-19 Kota Bogor di Lapangan Parkir Pasar Sukasari, Jalan Sukasari, Kota Bogor, Rabu (19/1/2022).

Wali Kota Bogor Bima Arya saat memimpin Apel Sinergitas Mengabdi Melawan Covid-19 Kota Bogor di Lapangan Parkir Pasar Sukasari, Jalan Sukasari, Kota Bogor, Rabu (19/1/2022).

Bima Arya Aktivasi Kembali RW Siaga Hadapi Omicron

Rabu, 19 Januari 2022 | 23:08 WIB
Vento Saudale

BOGOR, investor.id   - Guna menghadapi penyebaran Covid-19 varian Omicron, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaktivasi kembali RW Siaga di setiap kelurahan.

Bima Arya mengatakan, salah satu yang menjadi tekanan dan arahan dari Presiden, Menko, Gubernur yakni memastikan agar semua tingkat bersiaga, sama seperti pertengahan tahun lalu ketika varian delta masuk ke Indonesia.

"Kata kuncinya siaga dan waspada. Walaupun berdasarkan penelitian Omicron tingkat fatalitynya tidak seperti delta, tapi penyebarannya cepat. Hari ini di Jakarta sudah 800 kasus," ujar Bima saat memimpin Apel Sinergitas Mengabdi Melawan Covid-19 Kota Bogor di Lapangan Parkir Pasar Sukasari, Jalan Sukasari, Kota Bogor, Rabu (19/1/2022).

Dia menekankan, apel sinergitas ini memastikan sistem berjalan bukan hanya formalitas. Pasalnya, Kota Bogor sudah memiliki sistem yang sangat rapi turun dari tingkat kota sampai ke bawah. Pihaknya ingin sistem ini dijaga.

"Kita amati, kalau merambah naik kita harus siaga. Di situ RW siaga, pengurai massa, pengurai kerumunan kita aktivasi," tegasnya.

Ia memberikan contoh, sebut saja harus siap siaga dan waspada, memastikan tidak ada kerumunan internal, memakai masker, mekanisme koordinasi rapi, serta meminta camat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan puskesmas jika ada gejala peningkatan, apalagi kalau ada klaster harus bergerak sangat cepat.

"Di Bogor yang harus diwaspadai menjelang Februari nanti. Kita koordinasikan supaya tidak menimbulkan kasus lonjakan. Kalau sudah ada kenaikan berarti positif lonjakannya," imbuhnya.

Sementara itu, Kota Bogor sudah mempersiapkan pusat isolasi sejak ada indikasi lonjakan Omicron  Rumah Sakit pun sudah bersiap mengkonversi bed-nya untuk Covid-19, pusat isolasi di Ciawi pun sudah disiapkan, termasuk Rumah Sakit Lapangan.

"Saya menghimbau kalau tidak penting tidak keluar kota, kecuali kalau penting untuk berobat atau hal urgent silahkan bisa meminta izin ke atasan dan PTM masih tergantung screening di sekolah, kalau ditemukan kasus kita tutup tapi sejauh ini tidak ada," katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN